Sortir Surat Suara, KPU Libatkan Puluhan Warga

Kota Bima, Kahaba.- Sedikitnya,  50 warga memenuhi ruangan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima, Kamis (27/02/14). Mereka tampaknya terlihat sibuk dengan tumpukan logistik pemilu. Ternyata, sejumlah warga tersebut merupakan tenaga yang sengaja dipekerjakan KPU untuk menyortir, melipat dan mengecek surat suara yang rusak.

Warga sedang melipat surat suara pemilu di kantor KPU Kota BimaKetua Divisi Program Keuangan dan Logistik KPU Kota Bima, Drs. M. Saleh AB, M.Si mengatakan, pihaknya memang sengaja meminta bantuan warga, karena dari hasil kerja yang dilakukan akan mendapatkan upah. Selembar surat suara dihargai dengan Rp.200 perlembar. Upah yang didapat warga pun bervariasi, tergantung dari banyaknya surat suara yang dilipat.

“Ini untuk memaksimalkan waktu yang tersisa, karena melipat surat suara membutuhkan waktu lama,” ujarnya.

Kata dia, 50 warga tersebut telah menyelesaikan tugas pelipatan dan sortir surat suara. Pasalnya, dalam waktu empat hari, suara DPD itu mereka lipat hingga 15.296 lembar. Namun, hasil sortiran itu sebanyak 380 lembar surat suara, rusak dan tidak bisa dipergunakan. Sedangkan kesalahan hitung dari dus penyimpanan surat suara sebanyak 511 lembar.

Sementara itu, ia menyebutkan Surat suara yang diterima untuk DPD sebanyak 101.775 lembar. Jumlah itu sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Bima. tapi, belum Jumlah itu belum termasuk dengan penambahan dua persen cadangan, sehingga totalnya mencapai 103.811.

Sedangkan sisa surat suara DPD yang belum dilipat sebanyak 594 lembar, saat ini masih kerjakan. Begitu pun juga untuk surat suara DPD-RI, saat ini sedang dalam proses sortir dan pelipatan.

Dia menyebutkan, hingga saat ini, Logistik pemilu yang diterima KPU Kota Bima sebanyak 103 dus berisi 1000 lembar suarat suara dan satu dus berisi 811 lembar surat suara. Total lembaran surat suara yang diterima sesuai keterangan berita acara sebanyak 103. 811.Secara keseluruhan dari total surat suara yang diterima tersebut berdasarkan jumlah DPT dan di tambah dua persen.

“KPU belum tahu berapa banyak surat suara yang rusak untuk DPR-RI, karena masih proses pelipatan. Usai dilipat warga akan didata kembali oleh staf KPU baru diketahui,” terangnya.

Ditambahkannya, khusus untuk surat suara yang rusak pihaknya telah membuat berita acara, untuk dilaporkan kembali kepada KPU NTB. Namun secara keseluruhan, hingga saat ini logistik yang diterima KPU hanya surat suara DPD, DPR-RI dan terakhir DPRD Propinsi NTB. Sementara untuk surat suara DPRD Kota Bima, belum diterima.

“Kami berharap sortir dan pelipatan surat suara bisa segera diselesaikan oleh warga,” ujarnya. *SYARIF

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *