Tolak Dua Jurusan Baru, Demo Mahasiswa Anarkis

Kota Bima, Kahaba.-Aksi unjuk rasa mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima kembali terjadi. Kali ini, mahasiswa menolak kehadiran dua jurusan baru, yakni Jurusan Fisika dan Kimia. Karena dinilai boros dan berdampak pada kenaikan biaya kuliah.

Ilustrasi

Ilustrasi

Aksi para calon guru itu pun berakhir dengan tindak anarkis dihadang oleh sejumlah mahasiswa lain yang tidak terima aksi mereka. Massa yang menolak diganggu aksi mereka, akhirnya membanting sejumlah kursi, memecahkan kaca jendela lembaga.

Upaya mereka yang ingin merangsek masuk menemui Ketua Lembaga pun dihadang oleh penjaga kampus.

Menurut Koordinator Aksi, Syarifudin, jurusan baru untuk tahun ajaran baru 2014-2015 tersebut membebani mahasiswa. Pasalnya, biaya kuliah terpaksa dinaikkan untuk mendukung hadirnya dua jurusan tersebut.

Ia menilai, Lembaga STKIP Bima sengaja membuka dua jurusan untuk komersialisasi pendidikan di Bima. Bukan mencari kualitas pendidikan, tapi meraup keuntungan sebanyak banyaknya. “Kehadiran jurusan baru itu belum dibutuhkan masyarakat saat ini,” ujarnya.

Belum lagi, lanjutnya, niat membuka dua jurusan tersebut tidak melibatkan mahasiswa, baik itu sosialisasi serta pembahasan layak atau tidaknya. “Lembaga telah memanipulasi kelengkapan berkas lolosnya dua jurusan itu saat dikirim ke DIKTI,” tudingnya.

Pembantu Ketua (Puket) III, Herman M.Pd membantah tudingan mahasiswa itu. Karena dua jurusan itu tetap bermanfaat untuk mahasiswa. “Di STKIP Bima sudah ada program studi Biologi yang termasuk dalam jurusan MIPA. “Artinya, dua jurusan itu sudah ada relevansinya dengan jurusan MIPA,” jelasnya.

Menurut dia, dua jurusan itu juga dibuka untuk menjawab keinginan masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di STKIP Bima pada jurusan MIPA program studi Fisika dan Kimia.

“Tidak masalah membuka jurusan yang banyak, sekolah lain saja hampir puluhan jurusan yang dibuka. Karena merespon keinginan masyarakat,” tuturnya.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *