Pelaksanaan FKN Dijaga Super Ketat

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kegiatan Welcome Dinner Festival Keraton Nusantara (FKN) ke IX di Bima, Sabtu (6/9) di Museum ASI Bima dijaga ketat aparat Kepolisian dan TNI bersenjata lengkap. Aparat terlihat berjaga tidak hanya didalam, tapi juga ditiap sudut areal Museum ASI Bima.

Ketua Majelis Adat Sara Dana Mbojo Dr. Hj. St. Maryam, SH saat memberikan sambutan di acara Welcome Dinner FKN Bima. Foto: Bin

Ketua Majelis Adat Sara Dana Mbojo Dr. Hj. St. Maryam, SH saat memberikan sambutan di acara Welcome Dinner FKN Bima. Foto: Bin

Rangkaian kegiatan pembukaan itu dijaga ketat. Bahkan pintu masuk hanya dibuka dari gerbang utama saja, gerbang lain yang berada di sebelah utara dan barat ditutup total.

Dipintu masuk, aparat keamanan hanya mengijinkan tamu, panitia dan undangan yang memiliki kartu pengenal yang disediakan khusus. Sementara masyarakat umum yang ramai hadir lebih awal, tidak diijinkan masuk dan membaur didalam arel Museum. Masyarakat hanya menyaksikan kehadiran tamu dari seluruh keraton nusantara dan luar negeri itu dibalik besi pagar.

Setiap yang masuk pun tak dibiarkan masuk begitu saja, karena digerbang utama berdiri pintu detector untuk memeriksa setiap barang yang dibawa. Alat yang biasa digunakan di Bandar Udara itu digunakan untuk mendeteksi benda-benda berbahaya seperti senjata api, bahan peledak, senjata tajam atau sejenisnya.

Pemasangan alat itu tentu dilakukan untuk menjamin keamanan Raja dan Sultan yang mengikuti proses acara tersebut. Agar kegiatan bertema budaya itu bisa berjalan dengan aman dan terkendali.

Di dalam halaman Museum opun juga terlihat sejumlah pasukan pengaman dari Satuan Brimob, Penjinak Bom dan aparat yang berseragam bebas. Mereka bersiaga jika sewaktu-waktu ada ancaman yang membahayakan para tamu.

Wellcome Dinner memang baru acara pembuka untuk menyambut kehadiran para tamu sehingga kondisi areal disterilkan untuk masyarakat umum. Sesuai jadwal, acara inti akan mulai digelar pada, Minggu (7/9) siang dengan pelaksanaan upacara pembukaan diikuti kirab budaya melibatkan semua keraton peserta FKN.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *