Datangi Dikes, Pedagang Jagung Ngotot Ingin Ketemu Novi

Kota Bima, Kahaba.- Isu jagung mengandung formalin masih meresahkan warga Desa Panda Kabupaten Bima. Bagaimana tidak, hingga kini dagangan mereka masih sepi pembeli. Mata pencaharian merekapun terasa sudah hilang. (Baca. Isu Formalin Dari FB, Penjual Jagung Merugi)

Massa penjual jagung mendatangi kantor Dikes Kota Bima, Foto: Bin

Massa penjual jagung mendatangi kantor Dikes Kota Bima, Foto: Bin

Kedua kalinya, pedagang jagung dan masyarakat Desa Panda mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kota Bima, Rabu (22/10). Mereka ngotot ingin bertemu Novi, wanita yang menyebar isu jagung formalin melalui Jejaring Sosial FB tersebut.

Muhammad Said, pedagang jagung sekaligus koordinator massa mengaku mereka ingin bertemu Novi. Meminta klarifikasi tentang isu tersebut. jika memang ada bukti, tunjukan bukti. Jika tidak, maka Novi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Jika memang jagung yang kami jual tidak mengandung formalin, Novi harus meminta maaf kepada kami melalui media cetak dan elektornik,” tegasnya.

Tidak saja itu, Said juga meminta agar wanita dimaksud juga harus mengganti kerugian mereka selama ini. “Kami rugi besar, orang sudah tidak percaya lagi dengan jagung yang kami jual. Padahal nama Desa kami terkenal karena jagung yang enak,” ujarnya.

Ia mengaku, kedatangan yang kedua di Dikes Kota Bima mendapatkan jawaban yang sama dari Kepala Dinasnya. Bahwa urusan Novi bukan urusan Dinas. Karena Dinas tidak pernah memerintahkan untuk mengambil sample jagung tersebut untuk diperiksa. “Ya Dinas tidak mau bertanggungjawab,” tandasnya.

Soal langkah selanjutnya, Said menambahkan, mereka akan menunggu hasil dari Balai POM Mataram, apakah jagung yang mereka jual selama puluhan tahun itu positif atau negatif mengandung formalin. “Jika hasilnya negatif, kami akan melaporkan Novi ke Polisi,” ancamnya.

Novi yang berusaha ditemui di Kantor Dikes Kota Bima, tidak berada ditempat. Beberapa orang rekan sekerjanya yang berusaha diminta nomor Handphone Novi, mengaku tidak menyimpannya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *