Kemenlu Gelar Sosialisasi ASEAN Community 2015

Kota Bima, Kahaba.- Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menggelar acara sosialisasi ASEAN Community 2015 atau Komunitas ASEAN Tahun 2015, Rabu (26/11) di Paruga Nae Convention Hall.

Wawali Bima saat memberikan sambutan pada Sosialisasi ASEAN Community 2015. Foto: Bin

Wawali Bima saat memberikan sambutan pada Sosialisasi ASEAN Community 2015. Foto: Bin

Sosialisasi dibuka Wakil Walikota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE. Hadir juga perwakilan Kemenlu RI, Sesditjen Kerjasama ASEAN Kemenlu Iwan Susydhie Amri, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Noviendi Makalam, Kepala Bagian Keuangan Setditjen Kerjasama Luar Negeri Ahmad Firman Sejati, serta Pusparida Syahdan dari Pusat Studi ASEAN Universitas Hasanuddin Makassar.

Bertindak selaku moderator diskusi adalah Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Bima Drs. M. Farid, M.Si.

Rahman dalam sambutannya mengatakan, tanggal 31 Desember 2015 yang akan datang, Association Of Southeast Asian Nations atau ASEAN sebagai organisasi regional geopolitik dan ekonomi di Asia Tenggara, akan mulai memberlakukan sebuah komunitas yang disebut dengan ASEAN Community 2015 sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangani di Pnom Penh, Kamboja pada tahun 2013 lalu.

Tujuan dari pembentukan Komunitas ASEAN sama dengan tujuan awal dibentuknya ASEAN pada 8 Agustus 1967 lalu, yakni mempercepat proses perkembangan ekonomi, politik, dan sosial budaya di kawasan Asia Tenggara.

“Seiring dengan berkembangnya ASEAN sebagai organisasi regional terbaik di dunia, ada dinamika transformasi yang dilakukan, salah satunya ialah perlunya sentralisasi asean dalam menentukan arah kebijakan di kawasan Asia Tenggara,” jelasnya.

Terkait dengan kondisi di Indonesia, ada beberapa tantangan utama yang harus dihadapi Indonesia untuk mewujudkan Komunitas ASEAN yaitu mengubah mindset atau cara berpikir dari konsumtif menjadi produktif, serta mempersiapkan lulusan Perguruan Tinggi yang siap berkompetisi minimal di tingkat ASEAN, ini berkaitan dengan internasionalisasi program studi, kurikulum, dan program pertukaran dosen dan mahasiswa.

Tantangan lain, lanjutnya, berupa persiapan yang belum terstruktur dengan baik, kurangnya sosialisasi terhadap komunitas asean serta perlunya memasukkan komunitas asean dalam kurikulum mulai dari sekolah dasar untuk membangun kesadaran ASEAN.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, I Gusti Agung Wesaka Puja menjelaskan, Pemerintah Indonesia terus melakukan sosialisasi mengenai Komunitas ASEAN 2015 di tingkat nasional melalui kementerian-kementerian dan lembaga terkait serta 11 pusat studi ASEAN di Indonesia.

Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN dengan 240 juta lebih jumlah penduduknya, yang tersebar di 500 kota dan 17 ribu pulau, membutuhkan berbagai upaya dalam melakukan sosialisasi Komunitas ASEAN 2015.

Secara keseluruhan Indonesia telah siap menghadapi Komunitas ASEAN 2015 jika dilihat dari tiga pilarnya, yaitu pencapaian di pilar politik-keamanan telah mencapai 78 persen, pilar ekonomi 80 persen, dan sosial-budaya lebih dari 80 persen.

Tujuan besar dari dibentuknya ASEAN Community 2015 adalah untuk mensejahterakan masyarakat di seluruh Asia Tenggara, dari rakyat dan untuk rakyat ASEAN. Dan tentu saja cita-cita mulia ASEAN Community 2015 akan bisa terwujud, jika semua masyarakat ASEAN ikut mendukung lahirnya komunitas ini.

“Maka marilah kita semua menyimak sosialisasi ini, agar kita semua semakin siap menghadapi ASEAN Community 2015,” ajaknya.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *