Kopi Tambora Sejahterakan Masyarakat

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kopi Tambora kini mulai diberdayakan dengan maksimal. Kepada masyarakat di Desa sekitar telah diberikan keleluasaan untuk mengelolanya. Karena prospeknya kedepan akan mensejahterakan masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bima Ir. Syaifuddin. Foto: Bin

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bima Ir. Syaifuddin. Foto: Bin

Saat ini pun, bentuk kesejahteraan itu mulai terasa. Warga yang sudah ambil bagian untuk kelola, sudah bisa menikmatinya. Bahkan mampu menyisihkan sebagian hasilnya untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kopi Tambora luasnya 500 Hektar, itu sejak zaman Belanda. Namun, yang dikelola oleh masyarakat di Desa sekitar produksi 100 Ha, 400 Ha sudah jadi hutan. Namun hasilnya kini sudah mulai terasa,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bima Ir. Syaifuddin, Rabu (11/2).

Menurut dia, pada prinsipnya ia meminta kepada masyarakat untuk menjaga aset Kopi Tambora, agar tidak ada pihak – pihak lain yang masuk. Tapi, karena Kopi dimaksud juga bisa memberi manfaat untuk masyarakat, maka diberikan ruang untuk dikelola.

“Saya sudah ajak masyarakat, dan bilang kebun ini juga mata pencaharian mereka. Masyarakat pun gembira dan menyambut baik, karena bisa hidup dengan kebun kopi,” tuturnya.

Dari keinginan yang sudah dilaksanakan sejak Tahun 2014, atau persisnya sejak ia menakhodai Dinas tersebut, Syaifuddin mengaku hanya meminta kepada masyarakat untuk menyisihkan sebagain untuk PAD.

“Alhamdulillah Tahun 2014 PAD kami melebihi target. Target PAD Tahun 2014 sebanyak Rp 175 juta, capaian lebih sebanyak Rp 179 juta atau 102 persen. Target PAD Tahun 2015 pun bertambah menjadi 200 juta,” sebutnya.

Dia menambahkan, Kopi Robusta dan Arabika yang kelola itu tidak dikhawatirkan pembelinya. Karena sudah ada berbagai pihak yang siap membeli langsung di wilayah Kebun.

“Maka dari itu, jika Kopi organic atau tidak menggunakan pupuk itu dikelola dengan baik dan maksimal, maka akan sangat mensejahterakan masyarakat,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *