Panwaslu Undang Puluhan PNS Terlibat Deklarasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Panwaslu Kabupaten Bima menemukan sebanyak puluhan orang PNS yang terlibat dalam deklarasi pasangan SYUKUR di Lapangan Pacuan Panda, Senin (27/7). Hari ini, puluhan PNS tersebut diundang untuk klarifikasi.

Ketua Panwaslu Kabupaten Bima Abdullah, SH. Foto: Bin

Ketua Panwaslu Kabupaten Bima Abdullah, SH. Foto: Bin

Ketua Panwaslu Kabupaten Bima Abdullah SH menyebutkan, PNS tersebut dari beberapa Kepala Sekolah, Guru, KUPT dan beberapa orang Camat. “Mereka berada di tengah tengah Deklarasi pasangan Incumbent. Bahkan ada PNS yang berorasi,” ujarnya, Selasa (28/7) di Kantornya.

Hanya saja, kata dia, PNS yang ditemukan ikut terlibat tidak memakai baju pegawai, tapi baju bebas. Bahkan pihaknya sudah menyimpan foto dan video rekaman keterlibatan PNS tersebut. “Masalahnya, mereka hadir disaat jam kerja, apalagi hari pertama masuk sekolah,” katanya.

Keterlibatan PNS tersebut sudah ditindaklanjuti dengan mengirim surat dan mengundang untuk hadir ke kantor Panwaslu untuk klarifikasi. “Kita undang hari ini jam 12.30 Wita. Ada juga yang kita undang untuk hadir besok,” ucapnya.

Menurut pria yang biasa disapa Ebit, padahal sebelumnya PNS sudah dihimbau dari Pemda dan Menpan melalui surat edaran. Yang berisi permintaan agar PNS menjaga netralitas dan tidak boleh terlibat dalam urusan Pemilukada.

Bahkan dalam UU Nomor 1 Tahun 2015 dan UU Nomor 8 Tahun 2015, disebutkan PNS, TNI dan Kepala Desa atau Lurah, tidak boleh terlibat dalam Politik dan saat masa kampanye dimulai.

“Kita acuannya juga surat dari Menpan yang ditembuskan ke seluruh Panwaslu masing-masing daerah,” tuturnya.

Jika seandainya terbukti terlibat, sambungnya, pihaknya akan merekomendasikan ke Pemerintah daerah, dalam hal ini Sekda dan BKD dan ditembuskan ke Menpan.

“Kalau masuk masa kampanye, ada sanksi pidana, dan bisa dipenjara. Tapi kalau saat deklarasi, hanya sanksi disiplin yang dikeluarkan oleh Sekda, sesuai rekomendasi kita,” tandasnya.

Ebit menambahkan, tidak ada istilah kompromi untuk PNS yang melanggar. Siapapun orangnya, yang bersalah tetap akan ditindak. “Bahkan saudara saya sendiri pun, tetap akan ditindak,” tegasnya.
*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. TOHO

    HEBAT EBIT. SEMOGA ANDA MENJADI pribadi yang mengikuti langkah TAN MALAKA ( mengatakan/ membela kebenaran biarpun kebenaran itu pahit akibatnya terhadap diri sendiri ). minimal ebit bisa menjadi AHOK untuk kabupaten BIMA

  2. Yanti

    Jgn hanya pasangan syukur aj yg di ekspos tp dr tiap2 pendukung pasangan calon bupati dan wkil bupati lain..trbukti sy liat kmrin ad beberapa pejabat eselon yg ikut di pasangan dinda..

  3. L.Z. Rae

    Supremasi hukum dan terlaksananya sistem Pilkada yang ideal di Kab. Bima sepertinya akan segera menemui titik terang.
    Semangat untuk Panwaslu Kab. Bima.

  4. ZAKKY

    Berkas pasangan Abbas -Wahyu dikembalikan pukul 13.30. SELANJUTNYA Wahyudin dan Dinda Islah di Injury Time 16.00 wita. PERTANYAAN SK dari jakarta untuk NAMA YANG SAMA PUKUL BERAPA dikirim , jam berapa sampai di bima. APA BISA MENDAFTAR dengan SK ……….. ( tolong terjemahkan ). Sekarang Tugas mulia sedang menunggu PAK EBIT dan jajarannya. PERTARUNGAN PILKADA HARUS DIJAGA AGAR FAIR Untuk masa depan KABUPATEN BIMA.

  5. khen

    itu nama nya mukzizat brw, sk nya dibawa oleh pesawat super sonic yangkecepatan nya melebihi kecepatan suara atau dengan kata lain pesawat nya dae yang berasal dari parewayang bawa sk itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *