Infrakstruktur Dapil 4 Masih Tertinggal

Kabupaten Bima, Kahaba.- Setiap masyarakat tentu sangat menginginkan pemerataan pembangunan, terutama di bidang infrakstruktur untuk mendukung kelancaran aktivitas. Namun, kondisi di Daerah Pemilihan (Dapil) masih sangat jauh tertinggal dengan wilayah lainnya di Kabupaten Bima. Jalan masih berlubang, penuh bebatuan dan minim sentuhan dari pemerintah.

Anggota DPRD Kabupaten Bima Edy Mukhlis. Foto: Ady

Anggota DPRD Kabupaten Bima Edy Mukhlis. Foto: Ady

Keluhan ini mengemuka saat Anggota DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis melaksanakan reses masa sidang ketiga di Desa Laju, Doro O’o dan Rompo Kecamatan Langgudu dua hari terakhir.

Infrastruktur di Langgudu masih sangat minim bila dibandingkan kecamatan lainnya. Masyarakat meminta secara khusus kepada DPRD Wakil Dapil 4 untuk memperjuangkan percepatan pembangunan jalan. Sehingga masyarakat bisa merasakan pemerataan pembangunan,” kata Duta Partai Nasdem ini, Selasa (15/12) siang.

Diantara agenda paling mendesak yang diminta masyarakat jelas Edy, yakni mempercepat pembangunan jalan ekonomi di Desa Laju dari anggaran Rp 150 juta yang dialokasikan oleh pemerintah melalui APBD Perubahan. Hingga kini, jalan itu belum belum juga mulai dikerjakan.

“Masyarakat sangat membutuhkan jalan itu. Terutama saat musim hujan ini untuk mempercepat aktivitas ekonomi. Tetapi belum juga direalisasikan Dinas PU, padahal sudah ada kontraktornya,” ujar dia.

Masyarakat Desa Laju juga meminta hotmiks jalan lingkungan yang belum diselesaikan oleh PT Tukad Mas. Anggota DPRD diminta untuk mendesak pemerintah agar segera menuntaskan pekerjaan jalan lingkungan itu sebelum pergantian tahun.

Sementara di Desa Doro O’o sambungnya, masyarakat meminta pembuatan jalan ekonomi. Aspirasi ini sudah bertahun-tahun disampaikan tetapi belum direspon pemerintah. Permintaan lainnya, yakni normalisasi tambak di Teluk Waworada yang ditinggalkan PT TAD sehingga masyarakat bisa memberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

“Masyarakat mendesak pemerintah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan untuk mengalokasikan anggaran pemberdayaan tambak. Sekaligus anggaran untuk budidaya udang dan bandeng,” paparnya.

Selanjutnya, masyarakat Desa Rompo meminta agar pemerintah membangun pabrik es dengan kapasitas besar seperti di Kecamatan Sape. Karena penghasilan ikan di desa setempat dinilai sangat banyak seperti di Sape. Bila pabrik es dibangun, diyakini usaha di sektor perikanan bisa dikelola dengan baik untuk mendukung sumber PAD.

“Pada kesempatan reses dua hari ini, saya juga menyerahkan bibit kelapa kepada masyarakat untuk perkebunan kelapa. Di Laju sebanyak 150 bibit dan di Doro O’o sebanyak 100 bibit,” akunya.

Rencananya tambah dia, Rabu (16/12) besok Edy mengagendakan reses di dua desa seberang laut, yakni Desa Kawuwu dan Desa Pusu. Reses akan berlanjut hingga Kamis (17/12) mendatang.

“InsyaAllah pada hari terakhir, kami dari Wakil Dapil 4 sebanyak 10 orang akan reses bersama,” pungkasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *