Tidak Terima Lurah Sarae Dirotasi, Warga ‘Serang’ Kantor Walikota

Kota Bima, Kahaba.- Ratusan warga Kelurahan Sarae, Senin (11/1) mendatangi Kantor Walikota Bima. Kedatangan warga tersebut hendak bertemu langsung dengan Walikota Bima, menanyakan rotasi Lurah Sarae A. Faruk menjadi Lurah Pane.

Warga Kelurahan Sarae saat mendatangi kantor Walikota Bima. Foto: Eric

Warga Kelurahan Sarae saat mendatangi kantor Walikota Bima. Foto: Eric

“Kami memohon kebijakan Bapak Walikota Bima, untuk mengembalikan Pak Faruk sebagai Lurah Sarae. Sebab dia telah banyak berbuat untuk warga. Hati kami telah menyatu bersama Pak Faruk,” ujar tokoh masyarakat Sarae, Abdul Haris di Halaman Kantor Walikota Bima.

Kata dia, kedatangan mereka di kantor Walikota Bima bukan tanpa sebab. Karena selama ini A. Faruk telah bekerja dengan baikdan memberikan hasil nyata untuk warga Kelurahan Sarae. Sehingga warga menilai masih membutuhkan sosoknya, untuk membangun Kelurahan Sarae.

Dirinya pun menyebujtkan ada lima poin yang diajukan sebagai alasan masih membutuhkan A. Faruk sebagai Lurah Sarae, seperti kinerjanya selama ini penuh komitmen dan tanpa mengenal batas waktu. Kemudian hubungan sosial kemasyarakatan telah terjalin dengan baik.

Lalu, program yang telah dibuat dan disusun bersama seluruh komponen warga, mulai dari RT, RW, LSM, LPM, BKM, Karang Taruna, Ormas, Toma dan Toga hanya A. Faruk yang mampu dan bisa mengerjakannya bersama masyarakat. Kemudian penanggulangan masalah sosial mulai dari kenakalan remaja, hiburan malam, penertiban kos-kosan serta gangguan sosial lainnya, secara perlahan namun pasti, telah dikurangi melalui langkah pendekatan yang diambil secara bersama masyarakat.

Sehingga keputusan yang dihasilkan disepakati bersama, ditaati lalu dijalankan secara bersama-sama masyarakat. Dan Tradisi Kelurahan Sarae yang tetap mengedepankan putra asli Sarae sebagai kepala Kelurahan. Sehingga wajar melalui aspirasi ini meminta kepada Bapak Walikota Bima, secara arif dan bijaksana menempatkan kembali A.Faruk menjadi Lurah Sarae.

“Kami memohon kepada Walikota Bima, HM.Qurais H.Abidin untuk mengembalikan A. Faruk sebagai Lurah Sarae, sehingga program yang telah disusun bersama kami dapat dijalankan secara maksimal,” harapnya.

Aksi ratusan warga tersebut dijaga ketat aparat Kepolisian dan TNI. Setelah melakukan orasi di halaman Kantor Walikota, Polisi mengizinkan lima perwakilan untuk menghadap Pemerintah Kota Bima yang diwakilkan Assisten I, II dan III Setda Kota Bima.

“Surat pernyataan warga Kelurahan Sarae telah kami terima, untuk itu akan kami sampaikan kepada Walikota Bima sebagai penentu kebijakan. Kami meminta warga untuk tetap tenang, dan menunggu keputusan dari Walikota Bima,” ucap singkat Assisten I Setda kota Bima, M. Farid.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Ridhoo

    Saya pribadi pernah melihat sambutan beliau pada waktu mbolo kampo,, luar biasa paparan program beliau,, dan saya yakin dari sikap dan tanggung jawab beliau, kelak akan menjadi modal untuk menjadi bupati/walikota bima,,

  2. sudirman

    Warga sarae banyak yg menyukai dia tetapi lebih banyak lg yg tdk menyukai dia. Terlalu over. Hormati keputusan mutasi dia adalah ASN. Harus siap ditempatkan dimana sj. Terlalu naif hanya karena lurah dimutasi warga demo. Tetap konsisten dgn keputusan pak wali….

  3. justeru yg banyak tidak suka sama dia..yaitu pemuda yg senang tawuran dan hiburan malam dihidupkan lagi…sehingga bebas berpesta pora…aturan kos-kosan yg dibuat dan disepakati tidak ada yg mengawal lagi…..kota bima berteman hanya slogan… menjadi kota bima bermusuhan….!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *