Kapal Bagan Tenggelam, Juslin Harap Bantuan Pemerintah

 Kabupaten Bima, Kahaba.- Angin kencang dan badai yang terjadi tiga tahun lalu merubah garis hidup Juslin (30), warga Dusun Rimba Desa Karumbu Kecamatan Langgudu. Cuaca buruk saat itu, menyebabkan kapal bagannya tenggelam. Tapi beruntung, nyawa Juslin dan sejumlah anak buahnya selamat.

Juslin kini menjadi buruh di Kapal Bagang orang lain. Foto: Deno

Juslin kini menjadi buruh di Kapal Bagang orang lain. Foto: Deno

Kehilangan sumber mata pencaharian satu – satunya membuat Juslin terpuruk. Sebab, akibat bencana tersebut ia harus merugi sekitar Rp 200 juta. Terpaksa, untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pria tersebut harus menjadi buruh kapal bagan orang lain.

Meski sudah tak memiliki Kapal, Juslin tetap semangat mencari nafkah. Berbagai upaya pun sudah dilakukan, seperti meminta bantuan kepada Pemerintah Kabuapten. Dengan harapan, Pemerintah peduli.

“Tahun 2013 lalu saya dibantu membuat proposal dan mengajukan kepada Peemrinta. Tapi hingga hari ini, saya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah Daerah,” ungkapnya, Minggu (13/3).

Di Pemerintah, kata dia, ia memohon bantuan di Bupati Bima, kemudian di Dinas Sosial dan juga proposal diajukan ke mantan anggota DPRD Kabupaten Bima yang berasal dari Dusun Karampi. Tapi, bantuan tersebut tak kunjung tiba.

Namun yang membuatnya heran, tiga nelayan yang mengalami musibah yang sama, justeru sudah mendapat bantuan. Tidak seperti dirinya yang hingga saat ini masih menanti, tiga nelayan lain itu sudha mendapatkan bantuan sekitar Rp 8 juta juga Rp 9 juta.

“Untuk itu saya sangat berharap pada Bupati Bima yang baru, bisa membantu saya, seperti nelayan – nelayan lain yang sudah mendapat bantuan,” ujar bapak dua anak itu penuh harap.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *