Pemerintah Belum Serius Jaga Warisan Budaya

Kota Bima, Kahaba.- Pemerhati budaya Bima, Husain La Odet menilai pelestarian warisan budaya di Kota Bima saat ini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Hal itu terlihat dari kondisi Masjid bersejarah di Melayu dan Kuburan para ulama di Ule yang tak terurus.

Husain La Odet

Husain La Odet

“Pemerintah harus mulai berpikir untuk bekerjasama dengan banyak komponen terkait dengan upaya pelestarian cagar budaya. Dalam hal ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebenarnya mempunyai tugas sebagai SKPD terkait,” jelasnya.

Menurutnya, cagar budaya merupakan aset tak ternilai bagi daerah untuk mengingatkan kepada generasi bagaimana budaya dan sejarah Bima pada masa lampau. Sehingga keberadaannya harus dijaga dan dirawat oleh pemerintah dan masyarakat.

Pelestarian budaya kata Odet, memang bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga masyarakat dan semua pihak yang mengaku perhatian terhadap warisan berharga tersebut.

Namun sambungnya, selama ini dirinya berpandangan bahwa masyarakat belum punya rasa memiliki terhadap warisan budaya sendiri. Baik kuburan dan masjid bersejarah di Kecamatan Asakota. Hal itu, Ia buktikan sendiri saat melakukan riset beberapa tahun lalu.

“Dalam konteks ini, pemerintah tidak perlu bicara uang, karena yang terpenting adalah membangun kesadaran dan menguatkan kapasitas masyarakat agar punya rasa memiliki terhadap warisan budaya tersebut,” terang pria yang juga penulis ini.

Keterlibatan masyarakat dan pemerhati budaya lanjutnya, minimal menjadi penetrasi bahwa pelestarian warisan budaya bukan hanya tugas pemerintah. Apabila warisan budaya tersebut mampu dijaga dan dirawat, maka bukan tidak mungkin menjadi tempat wisata sejarah bagi tamu dari luar daerah.

“Kota Bima merupakan sentral kebudayaan Bima. Ini memang pekerjaan non fisik, tetapi berdampak serius untuk daerah ke depannya. Sangat disayangkan kalau tidak diurus,” tuturnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *