FKUB Himbau Jaga Toleransi Selama Ramadan

Kota Bima, Kahaba.- Bulan Ramadhan 1437 Hijriah tinggal menghitung hari lagi. Untuk menjaga pelaksanaan ibadah puasa selama satu bulan, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Kota Bima mengeluarkan empat poin himbauan.

Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar. Foto: Ady

Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar. Foto: Ady

Pertama, menghimbau masyarakat antar umat beragama untuk meningkatkan sikap toleransi, saling menghargai, saling menghormati dan menjaga persaudaraan. Bagi umat beragama selain muslim harus menghargai umat Islam yang menjalankan ibadah puasa selama Bulan Ramadan.

“Dengan saling menghormati, kami yakin kerukunan antar umat beragama yang selama ini terjalin dengan baik dapat terjaga,” kata Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar, kemarin.

Poin kedua, menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas daerah. Menurutnya, puasa harus diterjemahkan sebagai upaya damai karena beribadah membutuhkan ketenangan dan bertujuan meningkatkan keharmonisan.

“Sehingga tidak boleh ada benih kekerasan sekecil apapun dalam diri kita,” harap Eka yang juga Ketua PD Muhammadiyah Kota Bima ini.

Poin ketiga, menghimbau aparat keamanan tetap melaksanakan patroli malam. Terutama menjelang berbuka puasa dan shalat taraweh selama bulan ramadhan. Karena, pengalaman terdahulu masih dijumpai ada generasi muda yang menggangu kenyamanan beribadah.

“Bunyi petasan, mercon dan suara bising sepeda motor knalpot racing kita harapkan dapat diminimalisir,” ujarnya.

Terakhir, menghimbau kepada semua pemilik kafe, warung makan, rumah makan, restoran dan tempat makan lainnya untuk dapat menyediakan menu berbuka puasa. Hal itu berarti, tidak membuka tempat makan pada pagi dan siang hari.

“Surat himbauan berisi empat poin ini sudah kami sampaikan kepada Walikota Bima. Mudah-mudahan sudah direspon untuk disampaikan kepada masyarakat,” tandasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *