Taman Perbatasan Dibongkar, Sayang Uang Rakyat

Kota Bima, Kahaba.- Beberapa tahun lalu, Pemerintah Kota Bima menggelontorkan anggaran miliaran rupiah untuk pembangunan taman di batas Kota, Lingkungan Niu Kelurahan Dara. Kini, tugu berwana hitam yang berjejer di taman tersebut dibongkar lagi. Padahal, tugu tersebut sudah cukup menjadi identitas kota.

Tugu di taman perbatasan yang telah dibongkar. Foto: Eric

Tugu di taman perbatasan yang telah dibongkar. Foto: Eric

Pembongkaran tugu di taman perbatasan tersebut pun mendapat sorotan dari warga Lingkungan Niu Kelurahan Dara. Ahmad misalnya, mempertanyakan anggaran yang tidak sedikit untuk membangun tugu itu, tapi kini malah dibongkar.

“Artinya, pembangunan itu tidak ada perencanaan yang jelas. Sayang uang rakyat harus dibuang – buang begitu,” sorotnya kepada kahaba.net, Rabu (24/8).

Entah apa yang akan dibangun lagi oleh pemerintah, tapi sebagai masyarakat Ahmad menyayangkan pembangunan pemerintah yang tanpa perencanaan. Padahal pembangunan tugu itu, telah mengucurkan anggaran yang tidak sedikit.

“Masalahnya ini uang rakyat. Mestinya pemerintah bisa memanfaatkan uang rakyat dengan baik, bukan dibuang – buang dengan membangun, trus dibongkar, kemudian dibangun lagi,” sesalnya.

Menurut Ahmad, mestinya bangunan itu bisa dirawat dengan baik, kemudian difungsikan dengan baik agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Bima.

“Arah pembangunan ini kami lihat sudah semakin tidak jelas,” katanya.

Kepala Dinas PU Kota Bima M. Amin yang berusaha di konfirmasi di kantornya, terlihat sangat sibuk. Stafnya mengaku, pimpinannya sedang banyak tamu. Kemudian di hubungi melalui SMS, untuk konfirmasi masalah tersebut, M. Amin hingga kini belum melayangkan balasan.

Sementara itu, pembongkaran taman tersebut sudah ditindaklanjuti oleh DPRD Kota Bima, melalui Komisi III. Anggota Komisi III Dedy Mawardy mengaku, pihaknya sudah memangil sejumlah Dinas terkait untuk klarifikasi pembongkaran tugu di taman batas kota.

“Kamis udah panggil sejumlah Dinas terkait untuk klarifikasi,” ujar Dedy.

*Eric/Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *