Pesan Menko Maritim, Bima Jangan Suka Main Bakar

Kota Bima, Kahaba.- Menko Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan secara khusus berpesan kepada Walikota dan Bupati Bima agar menjaga kondusifitas daerah. Tidak menyelesaikan persoalan dengan main bakar.

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan memberikan arahan di Convention Hall Paruga Nae Kota Bima. Foto: Bin

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan memberikan arahan di Convention Hall Paruga Nae Kota Bima. Foto: Bin

Hal itu kata Purnawiran Jendral TNI ini demi menjaga kenyamanan iklim investasi. Bila kondusifitas daerah terjaga dengan baik, maka menurutnya para investor akan nyaman berinvestasi.

“Jangan ada yang ditakut-takuti investor. Dampaknya kemana-mana. Kalau ada persoalan ini ada Pak Dandim, Pak Kapolres, duduk bersama cari akar masalahnya dan bagaimana solusinya,” pesan dia.

Ia juga berpesan kepada masyarakat Bima agar mengedapankan hukum dan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan persoalan. Alim ulama juga diharapkannya ikut turun memberikan pencerahan kepada masyarakat bila terjadi persoalan.

“Karena kalau main bakar itu gak yang mengajarkan kita. Semua mengajarkan kita untuk berbuat kebaikan. Saya titip ini kepada pemerintah. Saya akan datang kemari lagi untuk melihat,” ujar Mantan Menkopolhukam ini.

Luhut mengaku takjub dan kagum setelah mengetahui besarnya potensi di Pulau Sumbawa. Apalagi Ia sudah dua kali berkunjung. Dari potensi yang ada, Pulau Sumbawa diyakininya bisa menjadi lumbung pangan, ternak dan ikan nasional.

“Tapi sekali lagi, Bima ini jangan terlalu keras-keras juga. Bima ini kayak orang Batak saja,” kata Luhut disambut tawa para undangan.

Apapun persoalan yang terjadi, Luhut meminta kondusifitas daerah menjadi prioritas utama untuk dijaga.

“Sampaikan dengan cara yang damai. Karena Presiden punya perhatian kuat untuk membuat rakyatnya makmur,” pesan dia.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *