Suami Doyan Mabuk, Judi dan Suka Janda Kembang, Istri Gugat Cerai

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tidak ada satu pasangan didunia ini yang menginginkan biduk rumah tangganya berakhir di palu sidang perceraian. Tapi dalam jalannya proses kehidupan, godaan materi, gaya hidup dan nafsu birahi acapkali hadir dan menjadi pemicu pasangan suami istri berpisah dan pilih jalan masing-masing. Meski harus menanggung beban hidup dan nasib buah hati mereka.

Ilustrasi

Ilustrasi

Seperti yang dialami pasangan suami istri asal Kabupaten Bima ini, Mba Sinta (bukan nama sebenarnya). Memutuskan untuk mengajukan gugatan perceraian di Pengadilan Agama (PA) Bima, pekan lalu. Alasannya, karena suaminya Bang Kumis (bukan nama sebenarnya) dinilai kejam. Pria yang pernah menjadi cinta matinya saat memadu asmara dulu, kini tingkahnya semakin lama makin aneh. Sehingga ia merasa resah dan tidak nyaman lagi untuk meneruskan hubungan yang pernah dilalui bersama, baik suka maupun duka.

“Tingkah dan sifat asli Bang Kumis berubah ketika setahun terakhir suka mabuk, judi. Yang tak kalah bikin kesal, diam diam doyan sama janda kembang,” kata Mba Sinta mencurahkan kisah hidupnya di Pengadilan Agama (PA) Bima, Kamis (10/11).

Mba Sinta pun kini merasa sudah tidak tahan. Diirnya memberanikan diri mengajukan gugatan perceraian di Pengadilan Agama, guna memutuskan hubungan dengan bang Kumis yang menikahinya lima tahun silam. Ia sadar, beban hidup selanjutnya akan semakin berat, apalagi buah hatinya masih berusia tiga tahun. Meski demikian, ia sudah mempertimbangkan hal tersebut, agar dirinya dapat melepaskan diri dari jeratan kekerasan fisik dan psikis dari suami.

“Saya tidak tahan, batinku tersiksa, jika terus menahan, perih dan luka hati ini,” ucapnya lirih.

Ditemai keluarga dan teman dekatnya, Mba Sinta datang ke Pengadilan Agama, mengindahkan panggilan Hakim Majelis. Sidang putusan akan dimulai. Bayangan hancurnya rumah tangga sudah di depan mata, namun Mba Sinta berusaha tegar.

Dengan rona mata berkaca, Mba Sinta mencurahkan isi hatinya. Kisah manis saat memulai hidup dengan duduk bak raja dan ratu diatas pelamin saat itu, terkadang datang mengganggu. Jika bayangan itu menyelimuti, maka muncul perasaan untuk tidak berpisah dengan pria tetangga kampungnya itu. Akan tetapi, bayangan tersebut tergores dengan luka batin yang terus dirasakannya.

“Saya menduga, Bang Kumis tidak pernah terbesit sedikit pun perasaan untuk merawat hubungan kami. Jika dilihat dari tingkah dan sifatnya akhir-akhir ini, suami saya sudah cuek dan tidak urus,” ungkapnya.

Tapi biarlah, ucapan itu keluar lirih dari bibir merah Mba Sinta. Pun, ia yakin, dalam putusan hakim, akan memberinya keadilan. Nafkah lahiriah dari suaminya Bang Kumis akan diperuntukan sesuai ketentuan, untuk ia dan buah hatinya.

*Ompu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *