Komisi B Sorot Kinerja Pimpinan DPRD

Kota Bima, Kahaba.- Ketua Komisi B DPRD Kota Bima menyorot kinerja ketiga pimpinan dewan karena menilai lamban menyikapi aspirasi yang disampaikan rakyatnya. Salah satu permintaan masyarakat yang belum direspon oleh pimpinan DPRD adalah surat permintaan komisi B sejak beberapa hari yang lalu untuk menggelar audiensi dengan para pemilik gudang semen di jalan Martadinata Kelurahan Tanjung.

Ahmad Gani, Ketua Komisi B DPRD Kota Bima / Foto: Buser

Pernyataan ketua Komisi B, Ahmad Gani ini disampaikan kepada sejumlah wartawan diruanganya, Kamis (6/9). Menurutnya surat permintaan komisi B untuk menggelar audensi bersama pihak pergudangan dan perwakilan dari Pemerintah Kota Bima terutama Satuan Kerja (satker) terkait sangat penting untuk segera dilaksanakan melihat gencarnya tuntutan warga Kelurahan Tanjung terhadap keberadaan pergudangan semen yang dinilai sudah sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar.

Diakui Gani, pihaknya sudah melayangkan surat pada pimpinan dewan beberapa hari lalu. Komisi B meminta dewan mengagendakan waktu untuk hearing pada hari ini, Kamis (6/9), namun ternyata setelah dicek, surat tersebut masih berada diatas meja pimpinan dewan dan belum ditindak-lanjuti.

Lanjut Gani, Komisi B memprioritaskan masalah ini karena munculnya keluhan dari instansi pendidikan di kelurahan Tanjung yang proses belajar-mengajarnya terganggu akibat adanya aktifitas bongkar muat semen di sekitar sekolah.  Selain keberatan dari pihak sekolah dewan juga menerima protes dari warga kelurahan Tanjung yang sebelumnya meminta aktifitas  dihentikan.

Tidak responnya pimpinan dewan terhadap persoalan rakyat ini tegas Gani sangat disesalkan. Bahkan dirinya mengungkapkan sikap pimpinan dewan sama saja telah memperburuk kinerja lembaga wakil rakyat dalam menyikapi aspirasi rakyatnya, apalagi jika aspirasi tersebut rawan menyulut instabilitas daerah.[BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *