Walikota Bima Terima Kunjungan Tim IFCP

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin menerima kunjungan Alexanders Peters dari International Female Cancer Programme (IFCP), Rabu (30/11) sekitar pukul 10.30 WITA. Pria yang bergelar Profesor itu hadir bersama perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Female Cancer Programme (FCP) Lombok, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) NTB serta FCP Bima dan diterima Walikota Bima diruang rapat, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima H. Azhari.

Walikota Bima foto bersama dengan jajaran IFCP di kantor Pemkot Bima. Foto: Hum

Walikota Bima foto bersama dengan jajaran IFCP di kantor Pemkot Bima. Foto: Hum

Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Syahrial Nuryadin melalui siaran persnya mengatakan, kunjungan Peters bersama tim bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang gambaran umum derajat kesehatan masyarakat Kota dan Kabupaten Bima, khususnya terkait kesehatan ibu dan anak.

Koordinator FCP Bima Khairil menjelaskan, daerah Bima merupakan daerah pertama di Pulau Sumbawa yang menjadi area kerja FCP. Sebelumnya FCP hanya berbasis di Pulau Lombok, yang dipayungi oleh IFCP.

IFCP merupakan organisasi internasional yang berbasis di Belanda yang bergerak dalam bidang penanggulangan kanker, khususnya yang diderita oleh kaum perempuan. Fokus utama organisasi ini adalah penanggulangan kanker leher rahim.

“Di Indonesia, IFCP telah membentuk FCP di beberapa wilayah, berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI, BKKBN, YKI dan Dinas Kesehatan setempat,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Bima menyampaikan gambaran umum bidang kesehatan Kota Bima, khususnya menyangkut fasilitas pendukung dan sumberdaya manusia yang tersedia. Fasilitas kesehatan di Kota Bima terdiri atas 4 rumah sakit umum (Daerah/Swasta), 5 puskesmas, 15 puskesmas keliling, 19 puskesmas pembantu, 163 posyandu, 52 Praktek dokter, 2 praktek pengobatan, 31 apotek, 16 toko obat, 1 Gudang Farmasi Kota (GFK), 9 praktek bidan dan 4 laboratorium klinik.

“Tenaga kesehatan tercatat ada 27 orang dokter umum dan 6 orang dokter gigi. Untuk tenaga kesehatan lainnya sebanyak 437 orang, yang terdiri atas tenaga medis, tenaga keperawatan, tenaga kebidanan, tenaga kefarmasian dan lainnya,” papar Qurais.

Sementara jumlah pasangan usia subur di Kota Bima pada tahun 2015 adalah sebanyak 26.313 pasangan, dengan peserta KB aktif sebanyak 21.336 pasangan. KB yang digunakan oleh pasangan tersebut adalah IUD, MOW, MOP, kondom, implant, suntikan dan pil.

“Kota Bima tahun ini mendapat penghargaan Satyalancana Pembangunan (SP) Bidang Keluarga Berencana karena telah berhasil melaksanakan program pengendalian angka kelahiran,” ungkapnya.

Walikota Bima menambahkan, Kota Bima juga mendapat Piagam Penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM atas Komitmen Pemenuhan Hak Asasi Manusia, termasuk diantaranya menekan angka kematian bayi dan ibu melahirkan.

Peters menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Pemerintah Daerah untuk memperhatikan kesehatan ibu dan anak. Diakuinya, permasalahan umum negara berkembang adalah kurangnya infrastruktur. Namun komitmen pemerintah untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat ditengah keterbatasan fasilitas merupakan hal yang patut diapresiasi.

Pihaknya menyampaikan harapan agar Pemerintah Daerah bisa terus memberikan dukungan kepada FCP Bima untuk memudahkan kegiatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam membangun awareness atau kesadaran untuk mencegah dan mendeteksi kanker sejak dini

“Kanker serviks 100 persen bisa dicegah jika ada kesadaran dini masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Walikota mengarahkan Dinas Kesehatan Kota Bima untuk memberikan bantuan kepada FCP Bima, antara lain dalam bentuk kerjasama pemanfaatan ambulans untuk memudahkan mobilitas anggota FCP guna menjangkau masyarakat hingga wilayah pinggiran.

Usai bertemu dengan Walikota Bima, rombongan IFCP melanjutkan kegiatan dengan berkunjung ke Puskesmas Penanae untuk melihat kegiatan pelayanan kesehatan.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *