Rumah Roboh, Belum Dapat Bantuan, Pria Ini Curhat ke Walikota Via Facebook

Kota Bima, Kahaba.- Bantuan untuk korban banjir di Kota Bima acapkali tidak tepat sasaran. Bahkan korban yang terbilang parah pun tak pernah disentuh bantuan. Seperti yang dialami warga Kampung Tolo Lingkungan Salama Kelurahan Nae, Amir. Pria ini mengungkapkan kenyataan yang dirasakannya pasca banjir.

Kondisi rumah Amir yang di posting via Facebooknya.

Melalui Media Sosial Facebook, Amir yang memiliki nama akun Facebook Amir Al Amudy itu menyampaikan curahan hatinya. Ia menulis status itu ditujukan kepada Walikota Bima dan menyampaikan permohonan maaf atas kelancangan untuk memposting Status tersebut.

“Saya memposting status ini semata mata untuk memberikan bukti, bahwa rumah saya yang berada di kampung tolo lingkungan salama betul betul mengalami kerusakan…,” tulis Amir.

Ia berharap semoga kiranya Walikota Bima bisa menindaklanjuti untuk segala macam bentuk bantuan untuk mereka.

“Lingkungan kami masih belum terdata dengan jelas untuk segala bantuan…Jadi besar harapan saya semoga bapak Walikota Bima (H. Qurais H. Abidin) bisa menerima dan menindak lanjuti laporan dan postingan saya ini,” tulisnya lagi.

Status Amir yang diunggah 20.00, Senin (12/1) mendapat banyak tanggapan dan komentar. Pada kolom komentar juga banyak meminta agar Amir bersabar.

Sementara itu, Pelaksana tugas Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Syahrial Nuryadin saat dihubungi mengaku akan berkoordinasi dengan lurah setempat untuk cek dan melakukan pendataan. Jika benar rumah itu roboh, maka pemerintah akan membantu.

“Kalau rumah roboh itu pasti harus dapat. Itu janji Pak Wali. Makanya kita suruh lurah nya cek dulu, biar segera ditindaklanjuti,” katanya.

Ryan juga menyampaikan, bagi warga yang rumahnya roboh, Walikota Bima sudah menyarankan untuk pindah ke Rusunawa.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *