Proyek Drainase tidak Ada Kejelasan, Aktifitas Warga Terganggu

Kota Bima, Kahaba.- Pekerjaan penggalian drainase pasca banjir bandang yang menerjang Kota Bima kini disorot warga. Pasalnya, penggalian tersebut malah memunculkan persoalan baru. Sudah hampir satu pekan proyek itu dibiarkan begitu saja tanpa penyelesaian.

Drainase yang digali dan dibiarkan tanpa penyelesaian. Foto: Bin

Muhammad salah seorang warga Kelurahan Monggonao menyorot pekerjaan dimaksud. Karena sudah hampir satu pekan proyek drainase didepan rumahnya jalan Gajah Mada dibiarkan begitu saja, tanpa ada kejelasan.

“Ini proyek itu kapan dimasukan gorong – gorong juga tidak jelas. Kondisinya dibiarkan begitu saja. Warga yang ingin beraktifitas keluar masuk rumah juga jadi terganggu,” sorotnya, Sabtu (28/1).

Kata Muhammad, berdasarkan pengakuan pekerja galian drainase itu. Proyek penggalian dan pemasangan gorong – gorong ditangani oleh orang yang berbeda. Setelah penggalian selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan gorong – gorong.

“Tapi sampai saat ini gorong – gorongnya belum juga dipasang. Sampai kapan ini dibiarkan begini kami juga tidak tahu,” kesalnya.

Kondisi penggalian drainase yang dibiarkan begitu juga sangat meresahkan warga. Selain menghambat aktifitas seperti pipa PDAM dan kabel Telkom yang terputus, juga masalah sampah yang jadi susah untuk diangkut oleh petugas kebersihan.

Untuk itu, sebagai masyarakat yang tinggal tepat didepan galian drainase itu, Muhammad berharap pemerintah untuk segera menyelesaikan pekerjaan dimaksud. Karena keberadaannya malah menyengsarakan warga sekitar.

Muhammad juga memberi saran kepada pihak pelaksana proyek itu agar membuat pintu air dan menempatkan petugasnya di beberapa titik tertentu. Apabila tidak dibuatkan pintu air, maka proyek itu percuma saja dibuat. Karena saat air meluap, maka material lumpur yang dibawa banjir akan kembali mengendap.

“Percuma saja jika tidak ada pintu airnya. Tidak ada yang bisa mendorong air yang tergenang dibawah gorong – gorong,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *