Penyaluran Dana KIP di SDN 16, Warga Miskin ‘Gigit Jari’

Kota Bima, Kahaba.- Di SDN 16 Kota Bima, penyaluran dana KIP juga menuai persoalan. Anak – anak tidak mampu secara ekonomi yang berhak dapat, justru ‘gigit jari’ karena tidak kebagian. Tidak terima pulang dengan tangan kosong, sejumlah warga Lingkungan Salama Kelurahan Nae memerotes kebijakan yang dikeluarkan Kepala SDN 16 Kota Bima.

Orang tua siswa Johariah saat mendatangi SDN 16 Kota Bima. Foto: Bin

Seperti yang disampaikan’ oleh Johariah, warga RT 10 RW 03 Lingkungan Salama. Dirinya merupakan warga miskin, kerja serabutan, suami sudah sakit – sakitan dan tidak memiliki pekerjaan. Namun anaknya justeru tidak dapat dana KIP.

“Saya ini juga korban banjir, rumah sudah hancur diterjang banjir dan sekarang saya mengungsi disalah satu rumah kerabat,” ungkapnya, Senin (30/1) saat mendatangi sekolah tersebut.

Sementara sejumlah anak yang berasal dari keluarga mampu, PNS dan beberapa diantaranya berprofesi sebagai polisi, malah anaknya dapat aliran dana tersebut.

Diskriminasi perhatian tersebut membuat dirinya dan sejumlah warga lain memerotes kebijakan sekolah. Karena dana KIP sebesar Rp 450 ribu itu sangat dibutuhkan untuk kebutuhan sekolah anaknya.

“Kami heran, puluhan siswa dan siswi miskin disini tidak dapat dana KIP, termasuk anak saya. Sementara, dari anak yang mampu pulang membawa uang itu,” sorotnya.

Hal yang sama juga disampaikan Bara, warga yang sama, dirinya meminta pihak sekolah mendata dengan baik siswa yang perlu mendapatkan dana tersebut.

“Jangan asal mengajukan saja nama – nama siswanya. Kasihan anak yang berhak mendapatkan justeru tidak kebagian,” sesalnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada sekolah untuk lebih teliti melakukan verifikasi data siswa tersebut. Karena dana KIP itu untuk siswa yang tidak mampu, bukan sebaliknya.

Sementara itu, Kepala SDN 16 Kota Bima Rahmatiah memahami bentuk ketidakpuasan sebagian orang tua siswa tentang penyaluran dana KIP tersebut. Namun dirinya memastikan, dana itu disalurkan tanpa ada pengajuan dari sekolahnya.

“Kami tidak mengajukan data siswa, makanya kita juga heran. Kemungkinan pihak Dapodik Dinas Dikbud langsung mengambil data Dapodik sekolah ini yang tersimpan sejak dulu,” elaknya.

Diakui dia, jumlah siswa keseluruhan siswa SDN 16 Kota Bima sebanyak 114 orang, sementara yang nama yang keluar untuk dapat dana tersebut sebanyak 82 anak.

“Kita juga heran kenapa banyak siswa tidak mampu malah tidak dapat,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya berjanji akan memperbaiki data tersebut, agar siswa yang berhak bisa mendapatkannya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *