Pengurus FKDM dan FKUB Dilantik

Kabupaten Bima, Kahaba.- Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Bima HM. Qurban melantik dan mengukuhkan pembentukan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Bima periode 2017 – 2020 dan Penetapan Dewan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bima periode 2017 – 2021 di aula SMKN 3 Kota Bima, Kamis (6/4).

Ilustrasi

Ketua FKDM Kabupaten dipercayakan Arif Sukirman yang berasal dari STISIP Mbojo – Bima. Sementara untuk dewan pengurus FKUB diberikan kepercayaan kepada H. Abdul Azis H. Anwar.

HM. Qurban mengatakan, dengan dikukuhkanya keberadaan FKDM, maka menjadi salah satu wadah bagi elemen masyarakat yang dibentuk dalam rangka menjaga dan memelihara kewaspadaan dini di tingkat masyarakat. Dengan anggota terdiri dari wakil-wakil ormas, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan elemen masyarakat lainnya.

“Eksistensi FKDM ini dalam rangka mengantisipasi dinamika kebebasan masyarakat yang aman. Oleh karenanya, kehadiran FKDM sangat penting dan strategis, dalam rangka mencegah bila terjadi peristiwa yang dapat merusak instabilitas daerah maupun Bangsa dan Negara,” paparnya.

Disamping itu kepada pengurus dan anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat  dituntut untuk selalu bekerja keras dan tanpa pamrih. Karena sebagai anggota FKDM tidak ada kata lain selain kata “Siap dan Iya” guna mengantisipasi kejadian yang sengaja mengacaukan wilayah maupun daerah.

Begitupun terkait dengan keberadaan FKUB yakni dalam rangka membangun, memelihara dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan dengan melaksanakan tugas dan menampung aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat, serta melakukan sosialiasasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan dibidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *