LPA Tangani Kematian Bayi di PKU Muhammadiyah

Kota Bima, Kahaba.- Dugaan kelalaian penanganan medis yang dilakukan PKU Muhammadiyah, hingga menyebabkan kematian bayi (Aimar Pradita Juniarto) putra pertama dari pasangan Juniarto dan Emi Faturahmi (Aimar Pradita Juniarto) kini mulai ditangani Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima.

Istri Jurianto saat terbaring lemah pasca operasi. Foto: Eric

Juniarto mengaku, ia telah menyampaikan laporan kepada LPA  Kota Bima untuk ditindaklanjuti dan disikapi dengan serius.

“Saya melaporkan ke LPA, hanya ingin mendapatkan keadilan. Atas apa yang menimpa bayi pertama saya, serta kondisi isteri yang masih lemah pasca melahirkan,” ujarnya.

Diungkapkan Toto, begitu ia biasa disapa, setelah melapor ke LPA Kota Bima telah menerima dan akan segera menyikapi. Bahkan berdasarkan hasil komunikasi awal itu, pihak LPA berkomitmen akan menindaklanjuti dan meminta data tambahan berupa observasi perawat, sebagai acuan untuk mengambil sikap.

“Hari ini akan saya serahkan hasil observasi kepada LPA, dan semoga segera mungkin ditindaklanjuti,” harapnya.

Divisi Advokasi dan Hukum LPA Kota Bima Lili Marfuatun mengaku telah menerima laporan dari korban (Juniarto), dan akan segera melakukan tindakan berdasarkan bukti dan fakta yang dikumpulkan di lapangan.

“Bila terbukti lalai dalam memberikan penanganan sehingga berbentuk pidana, akan kami tangani serius,” janjinya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Che guevara

    teruslah berjuang juniarto…

    demi keadilan…

    dan buktikan kesewenang-wenangan PKM Muhammadiyah…

    yg menyebabkan putra pertamamu meninggal…

    12 jam bkn wkt yg cepat…hingga satu dokterpun tidak mau menanangani…

    apalg prnytaan perawat…dokter sdng istrht ..tdk bs d ganggu…

    itu sdh membuktikan mereka melanggar sumpah dokter mereka…bhw menyelamaykan nyawa nmr satu….

    semoga dokter, perawat dan slrh management PKM Muhamadiyah tdk mengalami hal serupa….

    doa orang teraniya…

  2. Juniarto

    Sebelumnya saya bertrmksih pda teman2 yg tlah mendukung sya tapi ada beberapa hal yg perlu sya luruskan. Pertama sya sangat menghormati dokter khairil, mnkin klw tdk beliau segera dtng pda saat itu nyawa istri sya jg mnkn tdk bisa d slmatkan. Dokter khairil bkn dokter yg malas ini munkin krn bidan yg piket saat itu tdk peka akan kondisi istri sya sehingga mereka tdk segera meminta dokter dtng pdhal sya sdh meminta dokter dtng dri jam 22.00.
    Dlam kasus ini sya berharap ada keadilan untuk anak n istri saya n smga tdk ada AYMAR PRADIPTA lain lagi. Mohon doanya juga untuk AYMAR PRADIPTA (Putra pertama yg menjadi sahabat nabi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *