PPDS Turun Aksi, Kades Sanolo Dituding Gagal Urus Dana Desa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ratusan pemuda Desa Sanolo Kecamatan Bolo yang tergabung Pemuda Peduli Desa Sanolo (PPDS) bersama sejumlah masyarakat Desa Sanolo menggelar aksi di depan kantor Desa Sanolo, Senin (11/12).

PPDS saat menggelar aksi di kantor Desa Sanolo. Foto: Yadien

Massa menyoroti sejumlah persoalan di desa setempat. Seperti penggunaan APBDes tahun 2017 dan sejumlah penyalahgunaan sejumlah anggaran lain. Kepala desa setempat dituding telah gagal mengelola dana desa.

“Pemerintah Desa Sanolo, BPD, dan camat melakukan konspirasi terkait dugaan penyelewengan  APBDes tahun 2017. BPD Sanolo juga tidak pernah mengawal kinerja pemerintah,” sorot Korlap Aksi Haerudin.

Dirinya juga menyoroti berbagai permasalahan yang ada di Desa Sanolo yang begitu kompleks. Akibatnya persoalan itu menimbulkan keresahan masyarakat. Seperti Seleksi Tilawah Quran (STQ) yang tak kunjung digelar.

Untuk itu masa aksi menuntut agar pemerintah Desa Sanolo segera mempertanggungjawabkan LPJ fiktif penggunaan anggaran 2017, pada realisasi tahap pertama. Kemudian mendesak agar segera menyelesaikan program desa tahun 2017 yang bersumber dari ADD tahap pertama yang masih belum selesai dikerjakan.

“Pemerintah desa telah gagal mengelola anggaran yang masuk ke desa,” tudingnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Kepala Desa Sanolo Mahfud Hasan menyampaikan, akan segera menyelesaikan program ADD tahap pertama. Juga akan segera menggelar Seleksi Tilawah Quran (STQ).

“STQ belum digelar karena belum ada anggarannya,” ujarnya.

Kemudian dihadapan massa aksi, Kepala Desa Sanolo menandatangani surat pernyataan di atas materai, bahwa dia akan segera menggelar STQ dan akan memberikan RKPDes 2017 Kepada Persatuan Pemuda Sanolo.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *