Ormas di Bolo Aksi Tolak Alfamart

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sejumlah Ormas di Kecamatan Bolo seperti KNPI Bolo, Alpa Bima, Kompak NTB menggelar aksi demonstasi penolakan terhadap kehadiran Alfamart di Kecamatan Bolo, Senin (18/12).

Sejumlah Ormas di Bolo saat aksi tolak Alfamart. Foto: Yadien

Aksi yang digelar di depan Bank NTB Cabang Bolo tersebut sempat membuat kemacetan. Beruntung polisi mengalihkan jalur yang dilalui kendaraan ke jalan alternatif, karena massa demonstrasi menguasai jalan negara.

Dalam aksinya, massa menuntut agar Pemerintah Kabupaten Bima mencabut izin operasi Alfamart. Karena dinilai akan berdampak buruk bagi pelaku pasar di Sila dan pedagang kecil yang ada di Bolo.

Ketua Alpa Bima Indrawan Ilyas menyampaikan, berdasarkan kajian pertimbangan lingkungan, baik kajian sosial maupun stabilitas perekonomian masyarakat. Banyak warung-warung tradisional sebagai penopang perekonomian masyarakat kecil akan gulung tikar.

“Pedagang kecil akan kalah saing dengan hadirnya retail nasional ini,” sorotnya.

Kata Indrawan, menurut Perpres No 112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Pada Pasal 1 Ayat 12 yaitu jarak minimarket dengan pedagang kecil atau tradisional minimal 1 (satu) KM. Namun keberadaan Alfamart tersebut, justru berjarak puluhan meter dari pasar tradisional.

“Dia sudah melabrak aturan. Jaraknya cukup dengan pasar tradisional,” ungkapnya.

Tidka hanya itu sambungnya, barang yang dijual oleh toko-toko tradisional pada umumnya sama dengan barang yang dijual pada retail modern tersebut. Berkembangnya retail modern tersebut menyebabkan keberadaan toko tradisional akan semakin tersisih.

“Muncul persaingan yang tidak sehat diantara pelaku pasar nanti,” paparnya

Sementara itu, Ketua KNPI Bolo Nuryadin meminta kepada Camat Bolo agar menyatakan sikap untuk menolak kehadiran Alfamart dengan mendesak Bupati Bima segera mencabut izin Alfamart di Kecamatan Bolo dalam waktu yang se singkat-singkatnya.

“Jika hal itu tidak dilakukan maka kami akan aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar,” ancamnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *