Dewan Minta Keamanan Tempat Wisata Dievaluasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Dua kasus kejahatan yang terjadi di tempat wisata, yakni Pantai Lariti dan Pantai Wane belum lama ini menjadi cerminan bahwa sektor pariwisata belum digarap serius di Kabupaten Bima. Aspek keamanan masih menjadi persoalan mendasar dan mengancam pertumbuhan sektor pariwisata.

Pesona Pantai Lariti. Foto: Bin

Karena itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima M Aminurlah meminta Pemerintah Kabupaten Bima segera mengevaluasi sisi keamanan untuk menjamin kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata.

“Dua kejadian di Pantai Wane dan Lariti harus jadi bahan evaluasi. Pemerintah daerah harus mengkaji kembali sisi keamanan tempat wisata di Bima,” kata Politisi yang akrab disapa Maman ini, Senin (12/3).

Menurutnya, faktor keamanan tidak hanya diharuskan pada sektor pariwisata, tetapi semua sektor harus menempatkan keamanan sebagai prioritas utama untuk mewujudkan kemajuan daerah.

“Tanpa keamanan mustahil sektor pariwisata di Bima maju dan berkembang. Makanya Bupati Bima harus disiplin dan punya kemauan,” ujar Maman yang juga Ketua DPD PAN Kabupaten Bima ini.

Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah mengatensi serius dua kasus yang terjadi di Pantai Lariti dan Pantai Wane. Selain itu, pemerintah diminta untutk merajut kebersamaan dan sinergi dengan TNI, Polri maupun pihak-pihak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD).

“Harus ada kebersamaan. Langkah-langkah kongkritnya harus jelas untuk memulihkan situasi keamanan di Bima. Bukan sekedar ketemu tapi gak ada hasilnya,” kata dia.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *