Jumlah DPT Dari Tahun 2014 ke Tahun 2018 Berkurang Banyak, Ini Variabelnya

Kota Bima, Kahaba.- KPU beberapa hari kemarin sudah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Bima Tahun 2018 sebanyak 101.422. Jumlah yang berkurang terbilang cukup banyak, jika dibandingkan dengan DPT Tahun 2014 yakni sebanyak 104.350.

Ketua KPU Kota Bima Bukhari. Foto: DokBukhari

Ketua KPU Kota Bima Bukhari saat ditanya apa saja variabel sehingga banyak jumlah yang berkurang dari tahun 2014 menjawab, ada 10 indikator yang bisa menguranginya jumlah DPT tersebut. Diantaranya meninggal dunia, pindah domisili keluar dari Kota Bima, pemilih ganda, bukan penduduk Kota Bima, hilang ingatan dan dicabut hak pilihnya oleh pengadilan.

“Beberapa varibel ini yang mempengaruhi sehingga jumlah DPT sekarnag berkurang  dari tahun 2014,” ujarnya, Sabtu (21/4).

Ia mengungkapkan, DPT tahun 2014 banyak yang ganda. Namun dirinya memastikan sekarang DPT valid. Sehingga saat pembahasan berdasarkan DPT tahun 2014, setelah dilakukan verifikasi dan disinkronkan dengan data DP4 dari Dinas Dukcapil, banyak  yang dicoret.

“Dari indikator yang mengurangi, jadi harus dicoret. Karena berdasarkan ketentuan, kita juga harus mencatat penduduk yang sudah memiliki KTP Elektornik di Kota Bima,” paparnya.

Kemudian menjawab sorotan Panwaslu soal DPT yang dinilai tidak akurat, Bukhari menjelaskan, terhadap pemilih yang belum lengkap elemen data NIK dan NKK, akan dilengkapi sampai dengan sebelum pengumuman DPT. Dan itu tidak berpengaruh terhadap jumlah DPT.

“Salah satu yang berkontribusi terhadap tidak akuratnya DPT dari sisi NIK dan NKK, itu dari pemilih di Rutan Bima. Karena mereka harus tercatat dalam DPT Kota Bima, sementara mereka berasal dari berbagai daerah di NTB,” ungkapnya.

Namun sambung Bukhari, mereka tidak menyertakan KTP elektronik dan KK ketika sedang berada ke Rutan Bima dan saat dicoklit, sampai dengan hari ini.

“Jumlah warga Rutan Bima sebanyak 247 orang. Baik itu orang Kota Bima maupun di luar Kota Bima tapi dalam wilayah NTB,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *