Walikota Bima Akan Pulangkan Anak-Anak Sumba ke Daerah Asal

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM Qurais H Abidin telah mendapatkan laporan dan informasi menyeluruh terkait dugaan eksploitasi anak-anak asal Sumba NTT yang dipekerjakan sebagai pengemis di Kota Bima. (Baca. LPA Dampingi Anak Asal Sumba Korban Eksploitasi)

Walikota Bima didampingi Sekda saat menerima kunjungan Pengurus LPA Kota Bima. Foto: Ady

Laporan itu disampaikan Pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima saat audiensi dengan Walikota Bima di ruang kerjanya beberapa hari lalu. (Baca. Pemerintah Diminta Bongkar Sindikat Eksploitasi Anak NTT)

“Usai mendapatkan laporan tersebut, Walikota berencana akan memulangkan anak-anak asal Sumba itu ke daerah asal,” jelas Ketua LPA Kota Bima Juhriati mengutip penyampaian Walikota Bima. (Baca. Pemerintah Didesak Pulangkan Anak Sumba Yang Ngemis di Kota Bima)

Namun kata Juhriati, Pemerintah Kota Bima terlebih dahulu akan menyurati Pemerintah Kabupaten Sumba terkait keberadaan warga Sumba di Kota Bima, terutama anak di bawah umur yang menjadi korban eksploitasi. (Baca. Temuan LPA, Kehidupan Puluhan Pekerja Anak Sumba Memperihatinkan)

“Anak korban eksploitasi dan anak-anak Sumba tanpa orangtua akan dipulangkan. Untuk sementara sebelum dipulangkan, mereka akan dititipkan di Panti Dinas Sosial Kota Bima,” tuturnya.

Pada kesempatan audiensi itu lanjutnya, Walikota Bima juga berjanji akan segera membantu penyediaan rumah aman untuk anak-anak yang menghadapi masalah sosial dan hukum.  (Baca. Uang Ngemis Anak Sumba Capai Jutaan, Tapi Dipakai Beli Ini)

Selain itu, Walikota berencana untuk membentuk tim razia gabungan untuk mengontrol dan mengawasi secara rutin permasalahan pengemis dan pekerja anak yang menjadi korban eksploitasi asal Sumba.

“Alhamdulillah kami sangat mengapresiasi respon positif Pak Wali terhadap persoalan anak yang kami laporkan. Saat itu juga, Pak Wali langsung menunjuk Dinas Sosial untuk penanganannya,” tambah Juhriati.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *