Dikpora Gelar Sosialisasi Dana DAK 2012

Kabupaten Bima, Kahaba.- Wakil Bupati Bima, H. Syafrudin, H.M. Nur, M.Pd, membuka secara resmi kegiatan sosialisasi pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2012. Kegiatan yang dilaksanakan di Paruga Parenta Kabupaten Bima, Sabtu (13/10/2012) lalu, dihadiri oleh Ketua Dewan Pendidikan, H. Idris, Konsultan di bidang pembangunan, jajaran Dikpora, seluruh KUPTD dan Kepala Sekolah se-Kabupaten Bima.

Acara sosialisasi dana DAK Dikpora Kabupaten Bima TA 2012, Sabtu, 13 Oktober 2012 lalu. Foto: Bagian Humas Pemkab Bima

Ketua Panitia, Drs. H. Dahlan, dalam laporannya mengungkapkan, pelaksanaan sosialisasi dana DAK ini mengacu pada  Permendiknas No 56 tahun 2011 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan TA. 2012 untuk SD/SDLB.

Dahlan menjelaskan, Jumlah Alokasi dana DAK Bidang Pendidikan SD dan SMP Tahun 2012 untuk Kabupaten Bima, sejumlah Rp 23 miliar. Dana  DAK SD tahun  2012 akan dialokasikan bagi rehabilitasi 146 ruang kelas, Pembangunan 19 perpustakaan, pengadaan 73 peralatan mutu. Sedangkan Dana DAK SMP tahun 2012 diarahkan untuk rehabilitasi 20 ruang kelas dan pengadaan 16 peralatan mutu.

Ia melanjutkan, program Peningkatan Prasarana Pendidikan melalui dana DAK Bidang Pendidikan T.A  2012 menggunakan  mekanisme Swakelola oleh sekolah sesuai peratuan perundang-undangan. Dengan melibatkan partisipasi masyarakat sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. Sedangkan, program peningkatan mutu pendidikan menggunakan mekanisme penyedia barang/jasa sesuai  PERPRES nomo 54 tahun 2010 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Wakil Bupati Bima, H. Syafrudin, H.M. Nur, M.Pd, mengawali sambutannya dengan mengecek kehadiran para kepala UPTD Dikpora  dan perwakilan dari seluruh sekolah yang diundang baik tingkat Sekolah Dasar maupun Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Dihadapan para konsultan di bidang pembangunan,  seluruh KUPTD dan Kepala Sekolah se-Kabupaten Bima, Wabup menyampaikan penghargaan dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang dilaksanakan ini karena akan sangat bermanfaat bagi peserta yang hadir khususnya bagi pengelola DAK.

Lebih lanjut Wabup menjelaskan bahwa pada tahun 2009 sampai 2010 pembangunan di bidang pendidikan dilakukan oleh pihak ke tiga. Namun, sekarang akan diambil alih oleh sekolah masing-masing melalui pola swakelola. Untuk itu, diperlukan bekal dalam mengelola kegiatan yang bersumber dari DAK.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Perkonomian Setda Kabupaten Bima, Drs. H.M. Taufik, HAK, M.Si dalam arahannya mengajak peserta untuk mengutamakan Tugas, Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing. Karena menurutnya, Tupoksi adalah jalan mencerdaskan bangsa. Kalau sektor pendidikan bisa mencerdaskan kehidupan bangsa,  maka rakyat Indonesia pada umumnya akan keluar dari belenggu kemiskinan.

Untuk mendukung niat itu, lanjut Taufik, Pemerintah Daerah telah menyediakan anggaran dalam APBD sebangai langkah nyata upaya pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.  Namun, diakui Taufik, upaya tersebut tidak akan berhasil jika tidak dibarengi dengan sinergitas antara masyarakat, orang tua murid, tenaga pengajar dalam memberikan input-input terbaik dalam rangka mencerdaskan bangsa. [BQ*]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *