HMI VS FRMM, Perang Orasi

Kota Bima, Kahaba.- Kisruh HMI Cabang Bima kian memanas, siang ini (12/04) laporan dari lokasi kejadian antara HMI Cabang Bima dan Front Masyarakat Mande Menggugat ‘perang’ orasi di depan Kantor Polres Bima-Kota.

Masyarakat Mande Menggugat dan HMI, Perang Orasi depan Polres Bima-Kota

Saling tuding menuding penyebar fitnah atas dugaan terbakarnya Al-Qur’an dan Bendera Merah Putih mendengung lantang hadap-berhadapan. Dua kelompok masa aksi yang ditengahi satu pleton pasukan Brimob Polda NTB terus saja saling menyampaikan aspirasinya.

Dalam orasinya, Jaidun wakil dari Front Masyarakat Mande Menggugat yang mengaku diri mantan Sekretaris HMI ini, menuding bahwa Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima telah menyebar fitnah atas pembakaran Al-Qur’an dan Bendera saat sekelompok orang membakar inventaris di sekretariat mereka.

“HMI itu tukang fitnah dan provokator—pengacau stabilitas Kota Bima,” tudingnya.

Mendengar tudingan itu, kelompok HMI yang di komandani oleh Mansyur. Walau kalah jumlah mereka tetap tak mau mundur dan terus menuntut para tersangka serta otak intelektual untuk segera ditangkap terkait pembakaran inventaris di sekretariat mereka beberapa waktu yang lalu.

“Kami akan tetap terus menuntut keadilan atas pelecehan institusi Kami, yang justru punya andil dalam pembentukan Kota Bima sepuluh tahun yang lalu,” terang Mansyur. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. sandi

    polisi kok lambat sehhh katax udah tau pelakux kok malah diam, ini yg membuat masyarakat bimbang. tau polisi udah pada tidur di atas kasar yg empuk, buktikan pak polisi jgn diam aja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *