Disambar Petir, 55 Orang Alami Gangguan Pendengaran

Kota Bima, Kahaba.- 55 warga Lingkungan Ndano Nae, Kelurahan Ntobo Kota Bima alami gangguan pendengaran setelah disambar petir, pada Selasa (4/12/2012) lalu. Selain itu, tujuh diantaranya mengalami luka bakar serius, bahkan para korban sempat mengalami trauma berada diluar rumah. Mengantisipasinya Dinas Kesehatan Kota Bima menggelar pengobatan massal, Jumat (7/12/2012).

Ilustrasi

Informasi awal puluhan warga yang tersambar petir tidak ada yang mengetahui, bahkan Pemerintah Kota (pemkot) Bima baru tahu dua hari setelah kejadian lantaran telatnya penyampaian informasi dari pihak kelurahan. Warga terkena sambaran petir saat sedang beraktivitas di persawahan sekitar pemukimannya yang memasuki musim tanam.

Dikes Kota Bima yang coba dikonfirmasi kemudian membenarkan adanya warga yang tersambar petir. Melalui Sekretarisnya, M. Hasyim, S.sos kronologis kejadiannya pun diceritakan pada Kahaba. Berdasarkan penuturan para korban, saat itu selasa siang sekitar pukul 13.00 wita terjadi hujan lebat. Tradisi warga diLingkungan Ndano NaE pada saat memasuki massa tanam dengan beramai-ramai pergi menanam dipersawahan.

Tanpa diduga sebelumnya, petir yang cukup besar tiba-tiba menyambar di sekitar lokasi kejadian. Belakangan diketahui,  sekitar 55 warga yang sedang bercocok tanam itu menjadi korban.

Kondisi para korban pun bervariasi. Dari 55 orang itu, tujuh diataranya mengalami luka serius akibat sambaran petir hingga kemudian harus dirawat di RSUD Bima. Sementara sisanya mengalami gangguan pendengaran.

Hasyim menambahkan pihaknya terlambat mengetahui kejadiannya, setelah dua hari baru kemudian mendapatkan laporan dari pihak kelurahan. Atas adanya kejadian tersebut, Dikes Kota Bima sudah melakukan pemberian bantuan tanggap darurat. Dengan membawa sejumlah petugas medis Dikes telah melakukan pengobatan massal pada warga yang terkena sambaran petir, Kamis (6/12/2012).

Tambah Hasyim, puluhan warga yang mengalami gangguan pendengaran sampai saat ini masih belum dapat mendengar terlalu jelas, oleh karena itu pihak Dikes akan tetap melakukan pemantauan terhadap para korban secara berkala untuk mengontorol kondisi kesehatan para korban.

Selain itu juga warga mengalami trauma terhadap kejadian itu, bahkan beberapa hari pasca kejadian tidak berani beraktifitas diladang lantaran takut kembali terkena sambaran petir. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *