Pemkab Gelar Rakor Percepatan Penyaluran Raskin

Kabupaten Bima, Kahaba.- Rencana penyaluran Beras Miskin (Raskin) Tahun 2013 dan evaluasi penyaluran Raskin tahun 2012 dibahas dalam Rapat Koordinasi Rabu (6/2/2013) di Aula kantor Bupati Bima.  Rakor ini dimaksudkan untuk menjamin penyeluran beras secara cepat ke tangan  masyarakat  RTSM penerima, sehingga kebutuhan mereka akan terpenuhi demi menunjang hidupnya.

Rakor Raskin

Rakor percepatan penyaluran Beras Miskin (Raskin) Tahun 2013

Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan, soal mutu beras bagi masyarakat miskin, diharapkan kepada para penyalur Raskin agar kualitas beras tidak  rusak.

“Apabila terjadi kerusakan kualitas beras, kepala desa maupun camat sesegera mungkin untuk melaporkan ke pihak Bulog untuk digantikan dengan beras yang baru,” kata Ferry dalam Rakor yang dibuka oleh Wakil Bupati Bima  Drs. H.Syafrudin HM.Nur M.Pd dan dihadiri  pula oleh seluruh Camat dan Kepala Desa Se–Kabupaten Bima, perwakilan dari Kasub Divre Dolog, kepala BPMDES serta kepala BPMDES.

Terkait dengan jumlah beras per-karung yang akan diberikan kepada masyarakat pihak Bulog harus dapat menyalurkan sesuai dengan kebutuhan. Selain itu juga Ferry mengharapkan pihak penerima beras juga harus jelas sebelum Raskin disalurkan. “Saya harapkan pada para camat dan kepala desa agar beras Raskin tidak  diberikan kepada PNS, sebab beras ini murni untuk kebutuhan masyarakat miskin,” tegasnya.

Sementara itu Kasubag Divre Dolog Bima M.Saukani dalam penyampaiannya mengatakan, stok beras Raskin di Tahun 2013 cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat penerima Raskin. Agar kebutuhan dapat disalurkan secara tepat, Dolog mengharapkan bantuan BPS untuk melakukan perhitungan jumlah kebutuhan beras bagi RTSM secara tepat.  “Data BPS akan menjadi acuan pihak Dolog sebagai penyedia Raskin” sambungnya. [BQ*]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *