Pemerintah Dituding Apatis Terhadap Kondisi Penderita Kanker

Kota Bima, Kahaba.- Pihak keluarga Duhami (60), Penderita Kanker asal RT 05 RW 02 menuding Pemerintah Kota Bima melalui Lurah Lelamase kurang peduli terhadap kondisi warganya. Meski telah dilaporkan beberapa kali, pihak kelurahan tidak pernah berkunjung melihat langsung kondisi Duhami. (Baca. Menderita Kanker, Duhami Butuh Pertolongan)

Duhami, penderita Kanker saat bersama isteri. Foto: Bin

Duhami, penderita Kanker saat bersama isteri. Foto: Bin

“Kami selaku pihak keluarga menyesalkan sikap Lurah Lelamase. Padahal, sudah tiga kali kami laporkan kondisi Pak Duhami, bahkan menyerahkan bukti diagnose penyakit. Tetapi tidak ada respon sama sekali,” sesal pihak keluarga, Salmah, kemarin.

Sebagai keluarga sekaligus tetangga, Salmah tau persis kondisi kehidupan Duhami. Serba kekurangan dan tak punya keluarga berada untuk membantu biaya pengobatan. Semenjak jatuh sakit, Duhami praktis tak bisa bekerja lagi sebagai buruh tani. Sementara dia harus menghidupi istri dan tiga anaknya.

Karenanya kata dia, sangat berharap perhatian dari Pemerintah Kelurahan untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bima. Namun sudah 7 bulan berlalu, Duhami beberapa kali bolak-balik rumah sakit bahkan menjalani operasi tak ada perhatian apapun yang diberikan.

Lurah Lelamase, Jainal Abidin yang dikonfirmasi, Selasa (4/7) malam membantah semua tudingan tersebut. Bahkan, Ia balik menuding bahwa orang yang menyampaikan informasi kepadanya bukan pihak keluarga Duhami dan tidak setiap hari berada di Lelamase.

“Orang yang berikan informasi itu tidak tahu kondisi warga kami karena tidak setiap hari berada di Lelamase,” kata Lurah.

Ia mengaku, bersama LPM dan pihak Kelurahan sudah beberapa kali menjenguk Duhami dan melihat langsung kondisinya. Begitu juga Petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) juga telah diminta turun ke rumah Duhami.

“Kami juga telah menyampaikan laporan ke Pemerintah Kota Bima melalui Sekda agar ada bantuan untuk biaya pengobatan. Tapi karena ada prosedur, jadi masih menunggu proses administrasi,” jelasnya.

*Ady

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *