Dewan Minta Walikota Bima Copot Kepala SMAN 1

Kota Bima, Kahaba.- Mengetahui adanya praktek suap panitia dan Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Bima pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), anggota DPRD Kota Bima meminta kepada Walikota Bima mengambil sikap tegas. Bila perlu menjopot jabatan pimpinan sekolah tersebut. (Baca. SMAN 1 Terbukti Terima Suap Saat Terima Siswa Baru)

Anggota Komisi I DPRD Kota Bima, H. Ridwan Mustakim. Foto: Bin

Anggota Komisi I DPRD Kota Bima, H. Ridwan Mustakim. Foto: Bin

Sebab, tindakan yang sudah diketahui dan diungkap oleh Kepala Dinas Dikpora itu, sesungguhnya telah menodai marwah pendidikan di Kota Bima. Apalagi dilakukan pada sekolah yang selama ini dinilai baik dan favorit.

“Sebagai Wakil Rakyat kami meminta kepada Walikota Bima mengambil sikap cepat dan tegas. Segera mencopot jabatan Kepala Sekolah tersebut dan menggeser panitia PPDB,” pinta, H. Ridwan Mustakim, anggota Komisi I DPPRD Kota Bima, Senin (11/7).

Menurut duta Demokrat itu, hasil pemeriksaan dan investigasi Dinas Dikpora tidak diragukan lagi. Sebab, Dikpora merupakan lembaga tekhnis yang menangani persoalan pendidikan. Kejadian tersebut pun tentu memberikan cukup bukti, jika SMAN 1 Kota Bima memang bermasalah sejak dulu, namun baru tercium oleh media saat ini.

“Jadi terbukti SMAN 1 Kota Bima mendapat predikat sekolah tidak jujur dari Kemendikbud beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Kasus yang menimpa sekolah tersebut, diharapkannya, semoga tidak terulang kembali pada sekolah lain. Ridwan juga berharap kepada seluruh kepala sekolah SD, SMP, SMA sederajat di Kota Bima agar tidak melakukan hal serupa, karena sudah jelas melanggar aturan dan menodai citra dunia pendidikan.

“Bila suap kembali terjadi pada sekolah, maka hancurlah dunia pendidikan di Kota Bima. Bagaimana nasib murid – murid dan generasi kedepan, jika yang mengajar saja sudah seperti itu,” sesalnya.

*Eric

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *