Putera Amin Rais Kunjungi Orangtua Almarhum Fajar di Penatoi

Kota Bima, Kahaba.- Putera Politisi senior Amin Rais yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hanafi Rais Jum’at (22/7) siang berkunjung ke rumah orangtua Almarhum Fajar, terduga teroris asal Kelurahan Penatoi Kota Bima, yang tewas dalam penyergapan Densus 88 beberapa waktu lalu.

Hanafi Rais didampingi Ketua DPRD Kota Bima berkunjung ke rumah orang tua Fajar di Penatoi. Foto: Tim

Hanafi Rais didampingi Ketua DPRD Kota Bima berkunjung ke rumah orang tua Fajar di Penatoi. Foto: Tim

Kunjungan Putra Tokoh Muhammadiyah ini diawali sholat Jum’at berjamaah bersama Anggota DPR RI lainnya, yang hadir dalam kapasitas sebagai Panitia Khusus (Pansus) RUU Terorisme. Terlihat juga beberapa pejabat Polda NTB, Wakil Walikota Bima dan Dandim 1608 mengikuti sholat berjamaah.

Usai sholat Jum’at, Hanafi Rais dampingi Anggota DPR RI Dapil NTB, HM. Syafrudin, Kapolres Bima Kota, AKBP Nurman dan jajarannya, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Fery Sofian dan Syahbudin serta sejumlah tokoh masyarakat Kota Bima bertandang ke rumah orangtua Almarhum Fajar.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Pansus RUU Terorisme, untuk mendengar dan menyerap langsung aspirasi masyarakat setempat, demi penyempurnaan aturan tersebut. Sehingga penanggulangan paham radikalisme dan terorisme berjalan efektif. Dari tiga lokasi, Kota Bima menjadi salah satu lokasi kunjungan Anggota Pansus.

Hanafi Rais bertemu langsung dengan Ayahnya Almarhum Fajar. Unsur Pimpinan DPP PAN ini berdiskusi secara terbatas disamping rumah lokasi penyergapan Densus 88. Ia mendengarkan harapan dari Ayahnya Fajar untuk disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan masukan.

Diskusi hanya berlangsung singkat, setelah itu Hanafi Rais kembali melanjutkan agenda lainnya.

*Tim

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *