oleh

Wanita Makassar Tertipu Akun FB Palsu Perwira Polisi

-Kabar Bima-6.047 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Penipuan lewat media maya melalui jejaring sosial Facebook kembali terjadi, dan kali ini korbannya adalah seorang wanita muda  asal Kota Makasar bernama Indrawati Basar. PNS perempuan ini harus kehilangan uang puluhan juta rupiah, setelah ada akun seseorang yang mencatut nama perwira di Polres Bima Kota menjalin hubungan pribadi dengannya.

ilustrasi

Untuk mendapatkan gambaran jelas atas aksi penipuan tersebut, korban langsung datang ke Kota Bima dan dengan ditemani oleh beberapa orang teman alumni Makassar asal Bima, menemui Wakapolres Bima Kota, Kompol Bunawi, SH. Sesuai petunjuk dari Wakapolres, korban diarahkan untuk menemui Kasat Lantas Bima Kota, guna dikonfrontir langsung berkaitan dengan hal yang dimaksud.

Saat jumpa pers diruang Wakapolres, usai pertemuan beberapa jam antara korban dengan Kasat Lantas yang dianggap sebagai pacar jauh tersebut, barulah diperoleh kejelasan mengenai  modus penipuan tersebut.

Dijelaskan korban, bahwa sosok Indra Putra yang menjadi kekasih hatinya di dunia maya hingga tertipu uang puluhan juta rupiah,  bukanlah Kasat Lantas Polres Bima Kota. Selama ini dirinya selalu percaya bahwa orang yang dia ajak berkomunikasi lewat Facebook itu merupakan Indra yang asli, hal ini didukung oleh foto-foto Indra asli yang dicatut sang penipu.

Indrawati menceritakan, kejadian yang menimpa dirinya berawal dari sebuah akun Facebook yang menjalin pertemanan dengannya. Seiring waktu, akun yang memiliki nama, foto, dan identitas  mirip salah seorang perwira polisi itu menjalin hubungan pribadi dengan dirinya dan mengajak menikah. Hanya saja, manisnya rayuan sang pujaan hati berbuntut penyesalan Indrawati ketika mengetahui bukan pelaminan yang ia dapatkan melainkan kerugian uang akibat ditipu.

PNS ini terjerat rayuan penipu yang mencatut nama Kasat Lantas Bima Kota, AKP Indra Putra, yang mengiming-imingi menikah dengan korban dan meminta dikirimkan uang Rp. 15 juta dengan dalih biaya pengurusan pindah tugas ke Makassar. “Karena mau pindah dan dijanjikan menikah, sayapun luluh dan mengirimkan uang sejumlah tersebut, “keluhnya dengan nada menyesal.

Sejumlah resi pengiriman uang di tiga bank juga diperlihatkan sebagai bukti penipuan, termasuk salah satunya dengan alamat penerima yang bukan wilayah Bima. “Dari tiga rekening koran bukti transfer uang, hanya satu nama yang sama dengan Indra Putra. Itupun alamatnya di Palembang, “ujarnya diruang Wakapolres.

Wakapolres Kota Bima, Kompol Bunawar, memastikan akan mengusut modus operandi yang terbilang banyak kesamaan dengan modus penipuaan lewat SMS berhadiah dan SMS permintaan transfer sejumlah uang. Mengenai pencatutan nama bawahannya, Bunawar mengungkapkan hal ini sangat merugikan kredibilitas instansi yang dia pimpin serta pribadi bawahannya.

Wakapolres menyarankan agar masalah ini cepat ditangani, korban bisa melaporkan secara resmi, bisa melalui Polres Bima Kota ataupun bisa di Makasar.

Kasat Lantas Bima Kota, saat dimintai tanggapan atas pencatutan namanya, mengaku kecewa dan merasa dicemarkan nama baiknya. Malah katanya, bukan sekali ini dirinya dikonfrontir langsung dengan kaum hawa yang tertipu akun Facebook yang mengaku sebagai dirinya. Untuk masalah yang sama ia juga pernah didatangi wanita dari daerah lain yang menjadi korban penipuan Indra Putra palsu. “Ini resiko bermain didunia maya, “ ujarnya.  [BS]

Komentar

Kabar Terbaru