Dewan Minta Walikota Bima Evaluasi Kinerja Kepala DPPKB

Kota Bima, Kahaba.- Sikap arogansi Kepala Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB) yang dinilai oleh sekretaris dan kepala bidang setempat, ditanggapi oleh wakil rakyat. Kinerja Kepala DPPKB tersebut pun diminta agar dievaluasi. (Baca. Dinilai Arogan, Kepala DPPKB Disorot Bawahan)

Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Taufik HA Karim. Foto: Ist

Ketua Komisi I Taufik HA Karim menuturkan, sikap arogan tidak sepatutnya diterapkan pada instansi. Karena pimpinan seharusnya mampu memanajemen dengan baik setiap program yang dilaksanakan.

“Kepala Dinas itu harus bijak menyikapi dan menjalankan program pemerintah, bukan justeru bertindak semaunya. Kantor itu miliki bersama, artinya pimpinan dan anak buah harus berjalan bersama menjalankan program pembangunan,” ujarnya, Kamis (13/12).

Menurut Taufik, kejadian di DPPKB tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada OPD lain. Hanya saja anak buah tidak berani bersuara, karena sikap otoriter kepala dinas. Maka dari itu, secepatnya Sekda maupun Walikota Bima untuk menindaklanjuti hal ini. Memanggil sejumlah pihak agar semuanya jelas.

“Kinerja kepala DPPKB itu harus dievaluasi. Latarbelakangnya juga guru, dikembalikan saja tugasnya ke fungsional,” sarannya.

Kenapa harus dikembalikan ke jabatan Fungsional kata Taufik, karena selama ini terbukti komunikasi dan koordinasi dari setiap OPD yang pejabatnya berasal dari fungsional, tidak mampu menerjemahkan apa yang diinginkan kepala daerah. Di Kota Bima saja, ada sekitar 4 sampai 5 kepala OPD yang bukan dari struktural, tapi dari fungsional.

“Jika ini terus dibiarkan dan tidak di evaluasi dengan baik, Kota Bima akan mundur. Karena pejabat eselon II, tidak mampu menerjemahkan keinginan kepala daerah,” tegasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *