SMAN 1 Madapangga Dituding Pungli Biaya SNMPTN

Kabupaten Bima, Kahaba.- SMAN 1 Madapangga diduga melakukan pemungutan liar (Pungli) kepada siswa yang mengikuti Penjaringan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Madapangga Julkifli. Foto: Yadien

Menurut pengakuan KR, sumber yang meminta diinisialkan tersebut, sekolah setempat memungut uang sebanyak Rp400 ribu untuk setiap siswa yang mengikuti program tersebut.

“Kasihan siswa dibebankan biaya sebanyak itu,” katanya, Rabu (23/1).

Ia mengungkapkan, tidak ada biaya yang dipungut dalam mengikuti program SNMPTN tersebut. Namun informasi itu ditutupi oleh pihak sekolah kepada siswa maupun orang tua siswa.

“Program itu gratis. Tidak ada pungutan biaya apapun,” tegasnya.

Tudingan tersebut praktis dibantah oleh SMAN 1 Madapangga melalu Wakasek Kesiswaannya, Julkifli. Kepada media ini dia mengatakan, pihaknya tidak pernah memungut biaya SNMPTN secara sepihak atau Pungli.

“Itu tidak benar. Uang itu merupakan kesepakatan antara orang tua siswa dan panitia,” ujarnya.

Kata dia, sebenarnya pihak sekolah tidak mau terlibat dalam membantu siswa mendaftarkan diri mengikuti program SNMPTN tersebut, karena setiap tahun selalu dipersoalkan oleh beberapa pihak. Namun orang tua siswa meminta agar dibantu mendaftarkan anak-anaknya secara kolektif karena mereka bingung dan tidak mengerti cara mendaftarkan anaknya.

“Orang tua siswa yang datang minta bantuan agar kami membantu daftarkan karena mereka tidak mengerti,” katanya.

Karena adanya permintaan orang tua siswa, pihaknya kemudian membentuk panitia yang diketuai langsung oleh dirinya untuk membereskan sejumlah berkas-berkas yang dibutuhkan siswa dan mendaftarkan. Kemudian memanggil orang tua siswa dan melakukan rapat, serta membuat berita acara bahwa orang tua yang memang minta bantuan.

Sebelumnya, pihak sekolah telah mensolisasikan program tersebut, berikut dengan syarat dan cara mendaftar. Sekolah juga telah manyampaikan bahwa pendaftaran program tersebut gratis.

“Kewajiban sekolah untuk mensoalisasikan itu sudah kami lakukan. Tapi kalau mendaftarkan siswa tidak ada post anggaran khusus dari sekolah,” tuturnya.

Julkifli membeberkan, jumlah uang yang harus diberikan oleh orang tua siswa kepada panitia sebanyak Rp 400 ribu per siswa dengan total siswa yang mengikuti program tersebut sebanyak 47 orang. Uang tersebut digunakan untuk pengurusan sejumlah berkas siswa seperti piagam, sertifikat, raport dan sejumlah berkas lain yang dibutuhkan oleh pendaftaran program SNMPTN. Termasuk biaya operasional panitia dan biaya internet saat pendaftaran.

Ia menambahkan, tahun ini sekolah setempat diundang oleh 74 perguruan tinggi seluruh Indonesia melalui 2 jalur, yakni SNMPTN dan SPAN. Sehingga kemungkinan lolos siswa yang mendaftar sangat besar.

“70 persen mereka pasti lulus. Dan kalau tidak lulus di SNMPTN mereka akan diakomodi di SPAN,” tutupnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *