oleh

Tersumbat, Warga Lewirato Bongkar Drainase Program Kotaku

-Kabar Bima-11 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Kesal karena drainase pekerjaan Program Kotaku kerap tersumbat, warga RT 04 RW 02 Kelurahan Lewirato membongkarnya malam ini, Senin (1/7). Saluran air tersebut sudah sejak lama tidak berfungsi dengan baik.

Warga Lewirato saat membongkar drainase yang tersumbat. Foto: Ist

Warga setempat Maman Firmansyah mengungkapkan, sejak awal warga meminta agar pekerjaan drainase menggunakan beton tersebut dibuatkan lubang kontrol. Agar sekali waktu jika mampet, bisa dibersihkan.

Namun keinginan warga tak dituruti oleh pihak BKM. Sehingga pekerjaan dilanjutkan dengan menutup seluruh drainase tersebut dengan beton, tanpa lubang kontrol dan tidak bisa dibongkar pasang.

“Akibatnya seperti ini, tersumbat. Air di drainase bahkan masuk kembali ke masing – masing saluran pembuangan rumah warga,” ungkapnya.

Karena hampir setiap hari air tersumbat, warga setempat pun harus membongkar beton tersebut. Jika tidak, maka air akan terus masuk kembali ke saluran rumah warga.

“Kalau tidak ada lubang kontrol, bagaimana kita harus membersihkannya. Jadi, harus dibongkar,” terangnya.

Maman menerangkang, alasan BKM tidak membuat lubang kontrol, tidak cukup anggaran. Akhirnya pekerjaan drainase harus ditutup mati. Alasan itupun dinilai mengada – ada. Pekerjaan dimaksudnya bukan justru memberikan keuntungan warga, justru menyusahkan.

Hal yang sama juga disampaikan Yayat, warga setempat. Saat ini warga di lingkungan itu dibikin susah dengan kondisi drainase yang seriang tersumbat. Karena sangat menganggu, warga pun sepakat untuk membongkar beton itu.

“Jika tidak dibongkar, kita dong yang susah karena drainase mampet,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BKM Kelurahan Lewirato Firmansyah saat dihubungi media ini menjelaskan pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi teknis dan sesuai dengan gambar. Jika ada penyumbatan, memang sudah menjadi tanggungjawab penerima manfaat untuk memelihara sarana yang telah dibangun

“Program ini adalah program pemberdayaan, jadi masyarakat dari awal hingga pelaksanaannya sudah terlibat mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan. BKM pun, keanggotaan terdiri dari RT dan RW serta tokoh masyarakat,” jelasnya.

Menurut Firmansyah, sebenarnya bukan lubang kontrol yang dibutuhkan, karena lubang kontrol pun tak ada dalam perencanaan pekerjaan drainase tersebut. Tapi bak kontrol yang dibangun ditiap rumah. Hanya saja, bak kontrol direncanakan pembangunannya ditahap berikut.

Ditanya, karena Kelurahan Lewirato tidak mendapatkan jatah alokasi Program Kotaku di tahun 2019, bagaimana direncanakan membangun bak kontrol? Firmansyah menjawab, itu masalah kesediaan anggaran.

“Sebenarnya bak kontrol juga tidak harus ada, kalau msyarakat sadar untuk menyaring sendiri pembuangan limbah rumah tangganya,” tukas Firmansyah.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru