oleh

Optimalisasi Pendapatan Daerah 100 Persen, BPKAD KSB Belajar di Kota Bima

-Kabar Bima-7 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Beberapa hari terakhir BKPAD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berkunjung ke Pemerintah Kota Bima, khususnya di Bidang Pendataan dan Penetapan BKPAD, untuk belajar bagaimana bisa mengoptimalisasi pendapatan daerah.

Penyerahan plakat dari Sekretaris BPKAD KSB ke Kepala BPKAD Kota Bima saat studi banding optimalisasi pendapatan daerah. Foto: Ist

Pasalnya, Pemerintah Kota Bima sendiri berdasarkan hasil laporan Capaian Monitoring Center For Prevention (MCP) KPK RI untuk wilayah Provinsi NTB, optimalisasi pendapatan daerah tembus pada angka 100 persen.

Kepala BPKAD Kota Bima Zainuddin mengatakan, agenda studi banding jajaran BPKAD KSB tersebut dimpin langsung oleh sekretaris badan, Kabid, Kasubbid dan beberapa orang staf yang membidangi pendapatan.

“Kemarin ada sekitar 9 orang yang datang,” sebutnya, Kamis (23/1).

Diakui Zainuddin, kunjungan tersebut dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah Provinsi NTB khususnya yang bersumber dari retribusi daerah, dana perimbangan dan lain lain pendapatan asli daerah yang sah, serta dalam rangka memperkuat sinergitas antar pemerintah.

“Kedatangan rombongan ini salah satunya rekomendasi BPKP, indikatornya penerapan sistem SIMDA pendapatan di Kota Bima yang sudah berjalan dengan baik. Selain itu juga berdasarkan laporan MCP KPK RI, karena Pemkot Bima pada optimalisasi pendapatan daerah mencapai 100 persen,” ungkapnya.

Pada kesempatan kunjungan itu kata dia, dijelaskan tentang sistem pendataan dan penetapan pajak beserta prosedur pelaporan, penggalian potensi pendapatan antar lintas sektor di Kota Bima yang sudah berjalan 100 persen.

Pertemuan jajaran BPKAD KSB dengan jajaran BPKAD Kota Bima membahas optimalisasi pendapatan daerah. Foto: Ist

“Posisi penetapan veriabelnya adalah identitas perusahaan dan wajib pajak yang sudah terkafer dalam database,” terangnya.

Sementara di KSB menurut Zainuddin berdasarkan hasil pertemuan itu, sudah menerapkan sistem SIMDA Pendapatan, hanya saja masih belum maksimal. Sementara kendala lain, selain sistem juga masalah pendataan wajib pajak yang kurang maksimal.

“Padahal mereka pendapatannya lebih tinggi dari Kota Bima,” tuturnya.

Ia menambahkan, terhadap capaian optimalisasi pendapatan daerah 100 Persen ini, tentu saja tidak lepas dari kualitas sumber daya aparatur di bidang tersebut yang sangat maksimal untuk melaksanakan tugas.

Bahkan, pemegang SIMDA Pendapatan ini memiliki kemampuan yang optimal di bidang ITE, didukung manajemen tugas yang terkoordinasi dengan baik.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru