oleh

Insentif RT RW Belum Juga Cair, Ini Kendalanya

-Kabar Bima-Dibaca 39 kali

Kota Bima, Kahaba.- Hingga pertengahan April ini, insentif Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) belum juga dibayarkan. Padahal pada tahun sebelumnya, untuk pembayaran triwulan tersebut bisa dilakukan dalam 2 bulan sekali dan 3 bulan sekali.

Insentif Rt Rw Belum Juga Cair, Ini Kendalanya - Kabar Harian Bima
Ilustrasi

Kepala BPKAD Zainudin yang dimintai klarifikasi mengakui, saat ini untuk dana pembayaran insentif RT RW sudah ada di kas daerah, tinggal dibayarkan apabila ada pengajuan dari pemerintah kelurahan.



“Dananya sudah ada, tinggal pihak kelurahan yang mengajukan permohonan kepada kami. Apabila berkas sudah lengkap, akan kami cairkan,” ujarnya Selasa (21/4).

Ditanya tentang apa saja yang menjadi persyaratan agar pencairan dana insentif RT dan RW bisa dilakukan. Dirinya menyarankan untuk bertanya kepada Kabid Perbendaharaan.

“Ke kabid saja, dia yang lebih tahu kenapa pencairan insentif belum dilakukan,” katanya.

Sementara itu Kabid Perbendaharaan BPKAD Kota Bima Hj Suhada menjelaskan, sampai saat ini seluruh 41 pemerintah kelurahan belum mengajukan permohonan pencairan dana. Karena persyaratan administrasi yang diminta hingga saat ini belum terpenuhi.

“Selama berkas administrasi belum lengkap, maka insentif tersebut tidak bisa dicairkan,” tandasnya.

Suhada menambahkan, apa saja kelengkapan persyaratan administrasi agar pencairan insentif dapat dilakukan. Pihaknya sudah menjelaskan sejak dulu, terutama bendahara setiap kecamatan dan bendahara yang juga menginstal Simda sudah diberitahu mekanismenya.

Di antaranya persyaratan yang harus dilampirkan, SK penetapan RT dan RW, LPM dan sebagainya, kemudian SK penetapan berapa besar honor yang akan dibayarkan. Bagi calon penerima insentif harus memiliki buku tabungan atau rekening masing-masing.

Apabila sudah memiliki, maka cukup menunjukan bukti buku tabungan dari BUMN manapun, tapi jika belum membuat pihaknya telah mengarahkan untuk membuat rekening di Bank NTB.

Suhada menegaskan, karena pencairan dana lewat sistem Langsung (LS), maka diwajibkan bagi penerima insentif yaitu RT dan RW memenuhi persyaratan yang disebutkan.

“Jika hal tersebut belum dilengkapi dan diajukan, maka pencairan insentif RT dan RW belum bisa dilakukan,” pungkasnya.

*Kahaba-04


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Tala suhada ipi lalo bibir kamu belum sa bicara bohong….kamu dulu ajukan buata rekening setalah kami buat kamu lagi yang bilang tidak perlu dan bisa di terima langsung… Kamu sudah pergi ke tanah suci suhada… Tidak perlu kamu berbohong kasihan kamu tuh mulut dan bibir kamu berbeda di ucapkan… Cola klo poda mau bayar ngaji Nami… Cowa dei loko ina.mu roo suhada he …….

  2. Jain simpan aja uang itu beiar berbunga-bunga.. tidak usah bersila lidah.. gaji kami di bayar lewat dana keluarahan kan.. pantas jadi maslaah Krn dana keluarahan di pangkas… Makanya dari awal dana kelurahan bukan buat gaji kami melainkan digunakan pada aturannya.. gaji kami di bayar dengan pad seharusnya.. tipu kami dengan mulut besar mu Jain dan suhada.. kami sudah Lampir kan rekening kamu lagi yg tolak… Wati dahu mu cowa suhada roooo kawara weki klo cowa shhh

  3. RT dan RW saat ini merupakan bagian dr garda terdepan dlm penanganan virus Corona, seharusnya utk pembayaran insentivenya dipermudah

Kabar Terbaru