Keluarga Ngamuk tidak Terima Pasien Meninggal Karena Covid-19, Kapolres Turun Tangan

Kota Bima, Kahaba.- Jumlah warga Kota Bima yang meninggal karena Covid-19 kini bertambah menjadi 3 orang. Pasien Virus Corona warga Kelurahan Kumbe Ny NR (55) meninggal dunia hari ini, Selasa (30/9) pukul 18:00 Wita.

Kapolres Bima Kota saat mengedukasi keluarga pasien Covid-19. Foto: Ist

Pihak keluarga yang tidak terima NR dinyatakan positif Covid-19 pun ngamuk dan menolak untuk dipulangkan menggunakan protokoler pencegahan Covid-19. Tidak hanya itu, pihak keluarga bahkan merangsek masuk ke ruangan untuk mengambil jasad NR.

Beruntung, pihak kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono SIK tiba di lokasi untuk meredam pihak keluarga pasien tersebut.

Menghindari terjadi reaksi pihak keluarga jenazah Covid-19 yang menolak pemberlakuan protokol Covid-19, Kapolres Bima Kota menemui keluarga pasien di ruang isolasi RSUD Bima dan memberikan pengertian.

Hingga akhirnya keluarga sepakat atas arahan Kapolres tetap diberlakukan Protokol Covid-19, keluarga pasien juga diminta agar saat pemakaman tetap menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap serta di bawah pengawasan petugas.

Pantauan media, jenazah pasien Covid-19 saat dibawa ke rumah duka, diberlakukan sesuai protokol Covid-19, menggunakan mobil ambulance dan dikawal aparat keamanan. Saat dipulangkan pun, pasien dilakukan pemusaran menggunakan penyemprotan disinfektan kepada jenazah, dan dibungkus plastik.

Perlu diketahui, pasien tersebut mulai dirawat di rumah sakit Senin sore (29/9) akibat terjatuh di kamar mandi dengan kondisi sesak nafas. Setelah sempat mendapat perawatan intensif akhirnya meninggal dunia hari ini.

Namun sebelumnya pasien sempat dilakukan Rapid Test sesuai SOP rumah sakit dengan hasil reaktif, dilanjutkan dengan Swab cepat dan hasilnya positif Covid-19.

*Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *