Kota Bima, Kahaba.- Komunitas Seni Bontomaranu menggelar kegiatan diskusi budaya dengan tema “Aku adalah Bima” di Museum ASI Mbojo. Kegiatan itu rencananya akan dilaksanakan selama tujuh hari, Selasa – Senin (10-16/11).
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri pelukis berdarah Bima Ridwan Manantik, budayawan N. Marewo, Husain La Odet, Alfian W, Sejarahwan Hj.Siti Maryam Salahuddin, anggota DPRD Kota Bima Anwar Arman, mahasiswa dan pelajar.
“Agenda kegiatan Performan Art dan Workshop,” ujar Koordinator Komunitas Seni Bontomaranu, Supriadin.
Kata dia, tema ‘Aku adalah Bima’ dipilih menjadi gambaran tentang identitas orang Bima yang dulunya mencintai budaya dan seni, namun kini rasa cinta itu sudah mulai bergeser.
“Melalui kegiatan ini diharapkan pelajar sebagai generasi penerus bangsa dapat menjaga dan melestarikan budaya Bima yang mulai terkikis,” bebernya.
Sementara itu, pelukis Ridwan Manantik mengatakan, kedatangannya di Bima untuk berbagi ilmu, sekaligus mengobati rindu akan kampung halaman, setelah 30 tahun merantau.
Menurut dia, karya lukisannya, cerminan setiap persoalan dan momen yang bersejarah di tanah Bima kemudian dituangkan dalam kanvas dan melukis. Seperti saat tragedi di pelabuhan Sape dan Lambu, dirinya kemudian meulis dengan kuda hitam yang berdarah.
“Kenapa kuda hitam berdarah, sebab ikon Bima adalah kuda. Identitas Bima yang tidak bisa dilupakan sejak dulu,” jelasnya.
Dia menambahkan, pada kegiatan tersebut, ia mempersembahkan 14 lukisan. Semuanya merupakan ungkapan isi hati. Baik di saat sedih, gembira, termenung, semuanya dituangkan kedalam kanvas.
*Eric