Tes CPNS, Peserta K2 Kabupaten Bima Bertambah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jumlah peserta tes CPNS  kategori II Kabupaten Bima yang akan berlangsung pada tanggal 3 November mendatang dipastikan akan bertambah dari jumlah 4247 orang yang sebelumnya lolos bahan administrasi. Bertambahnya jumlah peserta K2 ini dikarenakan adanya usulan tambahan sebanyak 741 orang.

Kabid Perencanaan BKD Kabupaten Bima Drs Sahrul. Foto: Bob

Kabid Perencanaan BKD Kabupaten Bima Drs. Sahrul. Foto: Bob

Kepala BKD Kabupaten Bima, Tajuddin, SH mengonfirmasi, seluruh tenaga K2 secara serentak akan mengikuti tes CPNSD pada bulan November mendatang. Sementara terkait jumlah total peserta ujian, akan ada usulan penambahan sebanyak sebanyak 741 orang dari jumlah peserta. “Namun tidak semua diambil, karena akan dilakukan verifikasi administrasi dan uji kelayakan publik,” jelasnya.

Dalam tahapan uji kelayakan publik terhadap daftar tenaga honorer K2 yang sebelumnya dipublikasikan oleh BKN, pihak BKD telah memanggil sejumlah sekolah untuk verifikasi. Hasilnya BKD mengungkapkan, dari  4247 orang tenaga K2, akan ada peserta yang tidak lolos mengikuti ujian CPNS pada bulan November nantinya. Mereka yg tereliminasi ini adalah orang-orang yang diduga memalsukan data-data dalam pemberkasan.

Senada dengan Tajuddin, Kabid Perencanaan Drs. Sahrul menjelaskan contoh kasus yang pernah terjadi adalah di SDN inpres oi Ni’u. Dalam usulan datanya, oknum guru yang bekerja di sekolah tersebut mengaku mengabdi sejak tahun 2005 padahal jika melihat umur, data yang bersangkutan  dinilai tidak rasional. Karenanya BKN tidak akan meloloskan guru yang dimaksud.

Selain masalah tersebut, dari 4247 tenaga K2 Kabupaten Bima sebanyak 263 orang harus diperbaiki data datanya. Pada umumnya koreksi dilakukan atas kesalahan pada nama, alamat, tahun lulus, tanggal lahir, dan lain sebagainya.

Dikonfirmasi pula, 10 orang yang dideteksi dengan nama ganda. Dengan demikian, jumlah rill sementara tenaga K2 adalah sebanyak 4237 orang. “Namun yang jelas, jumlah yang akan mengikuti tes K2 nantinya akan melebihi angka 4247 karena lebih banyak yang ditambah daripada yang dikurangi,” ungkap Sahrul di kantornya, Selasa (17/9/2013).

Hingga saat ini, pihak BKD Kabupaten Bima masih menunggu listing final nama-nama peserta sekaligus nomor tes dari BKN untuk seleksi CPNS yang dijadwalkan akan berlangsung pada bulan November mendatang. Berdasarkan surat edaran Kemenpan Nomor 10 tanggal 21 Agustus tahun 2013, ujian CPNS untuk tenaga honorer Kategori II (K 2) dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 3 November mendatang. Pada tahun ini BKN hanya akan meluluskan sebanyak 30 persen dari jumlah total tenaga K2 yang memenuhi syarat.

Sebelum pelaksanaan tes yang dijadwalkan, BKD akan melakukan verikasi listing data peserta K2 dari BKN. Data tersebut selanjutnya akan dikirimkan kembali ke Jakarta.

Berkaitan dengan kelulusan, para peserta akan dinilai dengan menerapkan standar kelulusan (passing grade) tertentu. Berdasarkan ketentuan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan), hanya 30% dari total peserta yang akan diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Peserta yang lulus tersebut mutlak harus memenuhi nilai passing grade yang ditentukan.

Lebih lanjut lagi, Sahrul mengungkapkan, jika nantinya ditemukan satu atau lebih peserta yang memenuhi syarat passing grade dengan besar nilai yang sama namun berada di ambang batas 30% kuota, selanjutnya panitia akan menilai lama masa mengabdi. Untuk kasus peserta yang sama tahun awal mengabdinya, pihak panitia nantinya hanya akan meloloskan peserta yang usianya lebih tua.

“Pengaruh lama masa mengabdi dan umur akan membawa keuntungan tersendiri pagi peserta K2 yang akan malaksanakan tes CPNS nantinya,” ungkapnya. [BOB]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. di awasi tuh penyeleksian PNSnya, biasa kan, di bima terkenal bagi2 jatah PNS, kasian calon PNS yg berkompeten yg seharusnya hak dia malah cpns yg tidak berkualitas yg lolos, hancurlah jadinya bima karena abdi negaranya tidak qualified.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *