Bendahara Kelurahan Jatiwangi di BAP di BKD

Kota Bima, Kahaba.- Bendahara Kelurahan Jatiwangi, Syamsul Huriah yang diduga lalai menjalankan tugasnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), akhirnya menghadap Badan Kepegawaian Daerah (BKD)  Kota Bima. Yang bersangkutan tercatat tidak hadir selama 42 hari tanpa keterangan itu, membantah jika tidak pernah hadir selama itu.

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Kepala BKD Kota Bima, Drs. Mukhtar Landa, MH mengatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya kemudian memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. “Rabu kemarin, sudah kami panggil dan yang bersangkutan hadir dan memberikan klarifikasi,” ujarnya.

Kata Mukhtar, saat dimintai keterangan, Syamsul membantah tidak pernah masuk kerja selama 24 hari. Malah diakuinya, tetap masuk kerja seperti biasa.

“Dia membantah. Tapi kami tidak lantas percaya. Karena berdasarkan laporan, di absensinya, Syamsul meninggalkan kewajibannya sebagai PNS selama 42 hari,” katanya.

Setelah membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk Syamsul, pihaknya nanti akan cross cek di Absensi dan Keterangan lurah.

“Dalam waktu dekat Lurah Jatiwangi akan kami panggil. Untuk mencocokkan dengan keterangan Syamsul,” tutur Mukhtar.

Menurut Mukhtar, jika terbukti yang bersangkutan tidak hadir selama 42 hari, maka pihaknya akan memberikan hukuman proses sesuai PP 53 tahun 2010 tentang disiplin kerja PNS. “Hukumannya bermacam-macam seperti hukuman disiplin berat, dan penundaan serta penurunan pangkat,” tambahnya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. mahabintang

    aduuhhhhh BKD kok periksa yang kecil sehhhhh. kasus sita erni yang tinggalin pekerjaan 3 bulan aja tidak berani di bahas. jangan sekolah di pohon bambu donx. gelar aja MH kok masih buta huruf sehhhh. soal mutasi aja masih dalam masalah kasihan tuhhhh pemerintah bayar tunjangan kepala BKD klo masih bodoh yang undur diri aja mas……………

  2. nafissabil

    he…………. klo seperti itu kepala BKD ya sekolah di kebun jagung. mungkin kepala BKD itu pasti asalnya petani ya he…………..ia tuh benar yang mutasi aja masih masalah karena tidak paham baca tulis mungkin MH itu (Mati Huruf) alias buta huruf he… itu yang benar benar. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *