Sembilan Mahasiwa STKIP Bima Terkait Kasus Narkoba

Kota Bima, Kahaba.- Di tahun 2013 ini, sebanyak sembilan orang mahasiswa STKIP Bima ditangkap pihak kepolisian lantaran memiliki dan menggunakan narkoba jenis ganja kering dan Sabu-sabu.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kasat Narkoba Polres Bima Kota, IPTU Suparman Djamaludin mengaku, di tahun 2013 tercatat sembilan mahasiswa STKIP terjerat kasus narkoba. Angka tersebut muncul pada laporan penanganan kasus di Satuan Res Narkoba Polres Bima Kota.

“Berdasarkan rekapan data kasus, sembilan mahasiswa itu terlibat selaku pengguna juga sebagai pengedar narkotika. Baik berupa sabu maupun jenis ganja,” ujarnya, Rabu, 4 Desember 2013.

Dia menyebutkan, sembilan orang mahasiswa STKIP Bima itu masing-masing berinisial MA, (19), TH (19), MY (19), AR (19), QR (26), ND (22), RM (22), SK (22) dan MT (24). Mereka telibat dengan kasus yang sama, namun dibekuk pada tempat dan waktu yang berbeda.

“Ini jumlah yang kami tangani dalam tahun ini. Begitupun proses hukumnya, ada yang telah diputus juga ada yang sedang berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, Puket III STKIP Bima, Herman, S.Pd, M.Pd menanggapi, pihaknya belum menerima laporan terkait masalah itu. Namun kalau itu benar, lanjutnya, lembaga kampus akan mengambil sikap tegas. Karena hal tersebut dapat mencoreng nama baik lembaga.

“Nanti akan kita cek dulu kebenarannya. Jika terbukti, kami akan memecat sembilan orang mahasiswa tersebut,” tegasnya.

Ia mengaku, selama ini pihaknya tetap mengawasi kelakuan mahasiswa, termasuk mengenai peredaran narkoba. Dalam aturan kampus jika memang di ketahui mahasiswa terlibat kasus narkoba akan dikeluarkan.

Menurutnya, masalah narkoba tidak hanya ada di STKIP Bima. Tapi juga dipakai oleh oknum pejabat. Namun, pihaknya tetap melakukan antisipasi, juga melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). “Sikap kami akan tetap memaksimalkan pengawasan di tengah-tengah mahasiswa yang ada,” tambahnya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *