Forrmabbes Kritisi Kebijakan Impor Bawang Merah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Forum Masyarakat Belo Bersatu (FORRMABBES) menggelar aksi demonstrasi di jalan lingkungan Niu Kekurahan Dara tepatnya di perbatasan Kota dan Kabupaten Bima, Senin, 30 Desember 2013. Mereka menolak kebijakan import produk hortikultara dan meminta pemerintah untuk lebih peduli pada kondisi harga tanaman holtikultura seperti bawang merah yang ada di dalam negeri.

Kondisi kemacetan di batas kota saat aksi Forrmabbes berlangsung, Senin, 30 Desember 2013. Foto: ADI

Kondisi kemacetan di batas kota saat aksi Forrmabbes berlangsung, Senin, 30 Desember 2013. Foto: ADI

Kordinator Aksi, Ainul Makbud dalam pernyataan sikapnya mengatakan, Rekomendasi Import Produk Holtikultura (RIPH) telah menciderai luka petani dalam negeri. Kata dia, seharusnya Menteri Pertanian tidak mengeluarkan RIPH terkait kuota import bawang merah.

Menurutnya pula, peranan lembaga Bea Cukai sebagai alat kontrol negara dapat menertibkan setiap barang yang masuk ke dalam negeri.

“Masih banyak kartel-kartel import yang menyusup masuk ke Indonesia,” tudingnya.

Untuk itu, ia melanjutkan, lembaga Bea dan Cukai harus bekerja secara serius dan transparan dalam menertibkan importir ilegal yang ada.

Demonstrasi yang digelar sekitar 30 orang itu  sempat memacetkan laju lalu lintas bagai pengendara kendaraan bermotor yang melintas di jalan negara tersebut.

*AGUS

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *