Laptop DPPKAD, Imam Angkat Bicara

Kota Bima, Kahaba.- Merasa namanya tercemar, Imam Wahyudi (35) pria yang sebelumnya diinisialkan IW, yang diduga telah menjual satu unit laptop tersebut angkat bicara.

Ruangan Sub Perbendaharaan Gaji DPPKAD Kota Bima, tempat dua laptop tersebut dicuri. Foto: Bin

Ruangan Sub Perbendaharaan Gaji DPPKAD Kota Bima, tempat dua laptop tersebut dicuri. Foto: Bin

Imam yang juga PNS di Sekretariat DPRD Kota Bima membenarkan jika dirinya yang menjual laptop tersebut ke Asma Saidin. “Saya benar – benar tidak tahu Laptop itu milik DPPKAD,” ujarnya, Rabu (16/7).

Ia mengaku, Laptop itu dibawa temannya, Pian pemuda RT 12 RW 03 Kelurahan Rabangodu Utara Kamis pekan lalu sekitar pukul 17.30 Wita. Saat itu, Pian menawarkan kepadanya satu unit laptop untuk dijual.

Karena tidak memiliki uang, Pian meminta bantuan kepadanya untuk dijual ke orang lain. Karena kasihan dirinya mau membantu dengan menjual laptop itu. “Sebelum ditawarkan ke ibu Asma, saya menawarkan ke beberapa orang lain dengan alasan Pian sangat terdesak membutuhkan uang,” katanya.

Diakui Imam, dirinya bukanlah tangan pertama yang menjual laptop ke orang lain. Tapi, ia tangan kelima yang dimintai bantuan untuk menjual laptop tersebut. “Jujur, saya sangat malu dengan peristiwa ini. Nama saya disebut-sebut di media massa,” tuturnya.

Ditegaskannya, tidak mungkin ia mengambil milik kantor kemudian menjual kembali ke orang yang juga tahu dimana dirinya bekerja. “Itu sama saja bunuh diri. Lagipula saya tidak mungkin melakukan hal yang bodoh seperti itu, saya punya gaji dan kehidupan yang nyaman,” tegasnya.

Usai laptop itu dibayar Asma Saidin, malamnya sekitar pukul 21.30 WITA. Ia mendengar informasi dirinya telah dilaporkan ke Pihak Kepolisian Polres Bima Kota.

Kaget dengan hal itu, keesokan harinya ia mendatangi Pian dan menanyakan asal usul laptop yang telah dijual tersebut.

”Saat saya tanya Pian, Pian mengaku bahwa laptop itu milik Capung yang merupakan PNS di bagian Keuangan Pemkot Bima,” bebernya.

Ia berharap kepada pihak Kepolisian, agar segera mengungkap kasus yang menyeret namanya maupun yang mencemarkan nama baiknya itu.

”Saya tidak takut dengan kasus ini, sebab saya merasa tidak bersalah. Saya hanya korban yang dimanfaatkan saja dalam kasus ini, jadi saya akan ikuti proses hukumnya,”cetusnya.

*TETA

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *