Qurais: APEKSI Sepakat Tolak RUU Pilkada

Kota Bima, Kahaba.- Kendati waktu pembahasan RUU Pilkada belum selesai, namun sudah banyak Kepala Daerah yang menyatakan sikap tidak sepakat dengan rancangan tersebut. Bahkan, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) juga sudah menyatakan tolak dengan RUU dimaksud.

Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin. Foto: Bin

Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin. Foto: Bin

“APEKSI juga menolak RUU Pilkada itu. Bahkan seluruh kepala daerah yang tergabung dalam organisasi ini bersikap tegas untuk mengundurkan diri dari partai, jika RUU tersebut menghasilkan Pilkada tidak langsung,” ungkap Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin.

Diakuinya, APEKSI sudah mengambil keputusan untuk menolak RUU Pilkada. Dirinya pun memiliki sikap yang sama dnegan moral politik yang sudah dibangun sejak lama. “Saya pribadi juga menolak, ini menyangkut moral politik saya dihadapan rakyat Kota Bima,” tegasnya.

Qurais mengakui, sikapnya itu sama sekali bukan maksud ikut-ikutan. Karena sebagai Kepala Daerah dua periode, langkah dan intrik politik seperti itu sesungguhnya tidak bernilai politik apa-apa buat dirinya. Mengarahkan RUU Pilkada itu hanya murni kekecewaan akan dinamika politik yang dianggapnya sebagai kemunduran.

Karena, dengan Pilkada langsung para calon Kepala Daerah memiliki momen dan kesempatan untuk sosialisasi dan bersama dengan konstituen. Rakyat pun bisa menilai langsung calon Kepala Daerah. “Kepala Daerah nanti tidak mengenal rakyat, yang dikenalnya hanya wakil rakyat,” jelasnya.

Penerapan Pilkada tidak langsung, lanjutnya, sebuah kemunduran demokrasi di Indonesia. Sistem demokrasi yang sejak dulu dibangun untuk negara ini, harus dirubah seketika. “Hasilnya juga nanti tidak akan maksimal,” tandasnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *