Pelaku Curanmor Nyaris Tewas Dimassa

Kota Bima, Kahaba.- Jika saja aparat tidak cepat melerai massa yang menghakimi pelaku curanmor, Mustaqim (23) warga Desa Simpasai Kabupaten Bima ini, mungkin sudah tidak lagi bernyawa.

Ilustrasi

Ilustrasi

Mustaqim dipergok warga Kelurahan Sadia saat membawa kabur Sepeda Motor milik Khairunisah (23), Kamis (25/9) malam sekitar pukul 19.30 Wita.

Menurut cerita Khairunisah, saat ia hendak pulang ke rumah orang tuanya tak jauh dari TKP. Di depan pintu rumah kakak iparnya Jusfrin (39) di RT. 4 RW. 01 Lingkungan Sadia satu, Khairunisah melihat sepeda motor miliknya tengah dikendarai pelaku. “Saat itu saya langsung teriak minta tolong, motor saya dicuri,” katanya.

Tak berselang lama, pelaku meninggalkan sepeda motor dan berupaya kabur. Warga yang mendengar teriakannya kemudian mengejar pelaku. Beberapa menit setelah itu, pelaku terjebak digang buntu. Warga yang merasa kesal, akhirnya menghakimi pelaku. “Soalnya di tempat ini sering terjadi kemalingan motor,” ujarnya.

Pelaku yang sudah tidak berdaya, lanjutnya, dibawa oleh Anggota Buru Sergab (Buser) Polres Bima Kota. Polisi bahkan mengeluarkan dua kali tembakan peringatan, agar massa tidak lagi main hakim sendiri. Sementara itu, Kasat Reskrim AKP. Wendi Oktariansyah, SH S. Ik membenarkan insiden tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Mustaqim saat itu melakukan aksinya bersama temannya Syarwan, asal Desa Tangga Kecamatan Monta. ”Rekannya itu berhasil kabur, setelah pemilik motor berteriak,” ujarnya, Jumat (26/9).

Dari hasil pemeriksaan malam itu, diketahui jika Mustaqim sudah beberapa kali melakukan aksi curanmor termasuk di Amahami, Kelurahan Dara Kecamatan Rasa Na’E Barat.

”Waktu itu dia curi Mio Soul warna merah. Saat dibawa ke Sat Reskrim, dari tangan pelaku kami berhasil mengamankan barang bukti berupa kunci leter T,” bebernya.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *