Bupati Bima Beri Arahan Honorer K2

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bupati Bima Drs. H. Syafrudin HM. Nur. M.Pd memberi pembinaan kepada pegawai Honorer K2 Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima di Aula SMKN 3 Kota Bima, Senin (27/10).

Bupati Bima, Drs. H. Syafruddin HM. Nur, MPd

Bupati Bima, Drs. H. Syafruddin HM. Nur, MPd

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan, pembinaan tersebut penting diberikan karena terkait dengan proses pengurusan kelengkapan berkas administrasi untuk mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP).

“Honorer K2 yang hadir diharapkan dapat menyimak dengan seksama arahan jajaran BKD sehingga dapat mengetahui bahan apa saja yang harus disiapkan dalam mendapatkan NIP,” ujarnya melalui Rilis Kabag Humas dan Protokol Setda M. Chandra Kusuma, AP.

Bupati juga menghimbau agar selama menunggu NIP dan masa peralihan status dari Honorer menjadi CPNSD, para peserta  tidak melakukan pelanggaran norma kepegawaian yang bisa berakibat  pada  batalnya   status kepegawaian para honorer.

Sementara itu, pelaksana harian Kepala BKD Kabupaten Bima Drs. Tamsil HMS menanggapi munculnya isu permainan uang oleh oknum pejabat BKD mengatakan, itu isu tidak benar. Karena seluruh jajaran BKD melaksanakan tugas dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan.

Dia memaparkan, pengarahan umum Bupati dimaksudkan untuk memberikan informasi yang akurat, terkait proses pemberkasan administrasi bagi 598 orang honorer K2 yang dinyatakan lulus berkas oleh pihak BKN, berdasarkan usulan Pemerintah Kabupaten Bima.

Pembinaan dan pengarahan itu, menurutnya, penting agar honorer K2 yang lulus berkas mendengarkan secara langsung  informasi terkait tahapan pemberkasan, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Itulah sebabnya, BKD berdasarkan instruksi Bupati Bima mengumpulkan   para peserta yang lulus K2 untuk segera mempersiapkan berkas yang diperlukan dan harus dilengkapi sebelum dikeluarkan NIP,” jelasnya.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *